Jet tempur F-16 Block 70 produksi Lockheed Martin, Amerika Serikat (AS).
REPUBLIKA.CO.ID, LIMA -- Menteri Pertahanan (Menhan) Peru Carlos Diaz dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hugo de Zela memutuskan mundur pada Rabu (22/4/2026), sebagai bentuk ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan Presiden Jose Maria Balcazar. "Sebuah keputusan strategi telah diambil di bidang keamanan nasional yang sangat saya tentang," kata Diaz dalam pernyataannya.
Keputusan dua menteri itu diambil setelah Balcazar mengumumkan tertundanya pembelian jet tempur F-16 Block 70 dari Lockheed Martin. Pekan lalu, Balcazar-presiden kesembilan Peru dalam satu dekade-yang berhaluan kiri, mengumumkan, ia akan menyerahkan keputusan tentang pembelian 24 unit jet tempur senilai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 60 triliun, kepada pemimpin terpilih berikutnya.
Dilaporkan Reuters, setelah kedua menteri itu mundur, pemerintah Peru membayarkan uang muka kontrak pembelian jet F-16 sebesar 462 juta dolar AS atau sekitar Rp 7,9 triliun. Jet tempur itu diproyeksikan tiba di Lima sekitar tahun 2029 atau 2030.
Jet tempur tersebut telah lama menjadi sumber kontroversi di Peru. Selama ini, para kritikus menilai apakah pembelian tersebut merupakan tanda penghormatan Peru kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump.
Balcazar baru menjabat sebagai presiden Peru sejak Februari 2026. Dia dipilih oleh Kongres untuk menggantikan presiden yang baru saja dimakzulkan. Masa jabatan Balcazar bakal berakhir Juli mendatang, setelah terpilih presiden definitif.

1 bulan yang lalu
27







English (US) ·
Indonesian (ID) ·