REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian lewat akun resmi X, pada Kamis (12/3/2026) mengungkap tiga syarat jika perang ingin dihentikan. Dia mengatakan, satu-satunya cara menghentikan perang "yang disuluh oleh rezim Zionis dan AS" adalah dengan mengakui hak Iran yang sah, kedua dengan membayar reparasi, yang ketiga sebuah garansi internasional yang tegas menentang agresi pada masa depan.
"Berbicara dengan Rusia dan Pakistan, Saya menegaskan komitmen Iran atas perdamaian di kawasan. Satu-satunya cara menghentikan perang ini — yang disuluh oleh rezim Zionis dan AS — adalah mengakui hak sah Iran, membayar reparasi, dan garansi internasional yang tegas menentang agresi di masa depan,” kata Pezeshkian.
Sebelumnya, pejabat Iran menyatakan pihaknya menyingkirkan kemungkinan diplomasi dan Teheran siap menghadapi perang berkepanjangan dengan Washington serta terus menyerang negara-negara Teluk untuk menekan mereka agar mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump mundur dari konflik tersebut. Pernyataan itu disampaikan Kamal Kharazi, penasihat kebijakan luar negeri di kantor pemimpin tertinggi Iran, dalam wawancara dengan CNN, Senin malam (9/3/2026), waktu setempat.
Kharazi memperingatkan bahwa saat ini diplomasi bukanlah pilihan dan perang hanya dapat berakhir jika tekanan ekonomi mendorong negara-negara lain untuk turun tangan.
"Saya tidak melihat ruang untuk diplomasi lagi, karena Donald Trump telah menipu pihak lain dan tidak menepati janjinya, dan kami mengalami hal itu dalam dua putaran perundingan; saat kami sedang terlibat bernegosiasi, mereka justru menyerang kami," kata Kharazi.

1 bulan yang lalu
21








English (US) ·
Indonesian (ID) ·