Jakarta, CNN Indonesia --
Operasi reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Beznau di utara Swiss dihentikan menyusul gelombang panas (heatwave) yang menerjang Eropa menyebabkan suhu sungai yang digunakan sebagai sistem pendingin meningkat tajam.
Perusahaan energi Axpo melaporkan PLT tertua di Eropa itu terpaksa ditutup karena temperatur Sungai Aare kembali meningkat sampai 25 derajat Celsius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada tanda-tanda suhu akan turun sehingga pendinginan yang memadai tidak dapat dilakukan," kata Axpo dalam pernyataan di situs resminya, Jumat (26/6).
"Akibatnya, PLTN Beznau di wilayah utara Swiss, dekat perbatasan Jerman, untuk sementara menghentikan operasi kedua reaktornya", kata perusahaan tersebut menambahkan seperti dikutip AFP.
Axpo menyatakan pihaknya terus memantau suhu Sungai Aare.
"Setelah suhu sungai menurun atau terdapat prakiraan pendinginan yang memadai, PLTN Beznau dapat merencanakan untuk kembali mengoperasikan reaktornya," kata Axpo.
Axpo menuturkan pengoperasian PLTN akan kembali dilakukan setelah mendapat persetujuan dari otoritas terkait.
Pengumuman itu disampaikan ketika gelombang panas mematikan melanda Eropa Barat dan berdampak pada sekitar 150 juta orang. Suhu terpanas di sejumlah negara di Eropa mencapai lebih dari 35 derajat Celsius. Di Prancis bahkan cuaca panas ekstrem menyentuh 40 derajat Celsius.
Pada Jumat, Swiss kembali memecahkan rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni selama dua hari berturut-turut. Suhu di Basel yang tidak jauh dari Beznau, mencapai 38,8 derajat Celsius. Sehari sebelumnya, suhu di kota itu tercatat 38 derajat Celsius dan memecahkan rekor yang telah bertahan hampir 80 tahun.
Energi nuklir menyumbang lebih dari sepertiga produksi listrik di Swiss. Negara itu memiliki empat reaktor nuklir yang telah berusia tua, termasuk dua reaktor di PLTN Beznau.
Reaktor 1 mulai beroperasi pada 1969, sedangkan Reaktor 2 mulai beroperasi pada 1971, menjadikan Beznau sebagai salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir tertua di dunia.
Penyedia energi utama Prancis juga menghentikan operasi dua reaktor nuklir pada Kamis sebagai langkah perlindungan lingkungan guna menghindari pembuangan air pendingin bersuhu tinggi ke sungai-sungai yang suhunya sudah meningkat akibat gelombang panas.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·