Pidie Kembali Jadi Juara Umum Festival Muharram Aceh, Abu Mudi Harapkan Lahir Santri Berilmu dan Istiqamah

5 jam yang lalu 3

Bireuen, NU Online

Gema Muharram 1448 Hijriah dan Festival Qira’atul Kutub Al-Aziziyah ditutup di kompleks Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat malam (26/6/2026).


Kepala Bagian Pendidikan Dayah Mudi Samalanga, Tgk Hendri, mengatakan peserta asal Kabupaten Pidie kembali berhasil meraih juara umum pada perlombaan yang diselenggarakan di kompleks Mudi ​​​​​​ Putri dan tahun sebelumnya juga meraih juara umum.

Sementara itu, gelar juara umum pada perlombaan yang berlangsung di kompleks Mudi ​​​​​​ Putra diraih oleh peserta asal Kabupaten Aceh Timur.


Guru senior dayah Mudi ​​​​​​​Samalanga itu menambahkan penetapan juara umum tersebut disambut antusias oleh para peserta dan pendamping. Prestasi itu merupakan hasil dari proses pembinaan, ketekunan belajar, dan persiapan para santri dalam mengikuti berbagai cabang perlombaan.

’Festival Muharram tidak hanya menjadi ruang untuk mengukur kemampuan peserta, tetapi juga menjadi media silaturahmi antarsantri dari berbagai daerah. Para peserta dapat saling bertukar pengalaman dan meningkatkan motivasi dalam mendalami ilmu-ilmu keislaman,’ ujarnya.

Lebih lanjut Tgk Hendri berharap melalui pelaksanaan Gema Muharram dan Festival Qira’atul Kutub Al-Aziziyah, Dayah Mudi ​​​​​​​Mesjid Raya Samalanga kembali meneguhkan komitmennya dalam merawat tradisi keilmuan dayah, meningkatkan kecintaan terhadap kitab kuning, serta menyiapkan generasi santri yang siap mengabdi kepada umat.

Pada bagian akhir, Tgk Hendri berpesan agar para santri tidak menjadikan kemenangan sebagai alasan untuk berpuas diri. Begitu pula peserta yang belum meraih juara diminta untuk tidak patah semangat, melainkan terus belajar dan meningkatkan kemampuan.


​​​​​​​“Menang dan kalah merupakan bagian dari sebuah perlombaan. Hal yang paling utama adalah tumbuhnya semangat belajar, keberanian menguji kemampuan, dan kecintaan para santri terhadap ilmu. Teruslah belajar, jaga adab, dan jadikan ilmu sebagai jalan untuk memberikan manfaat kepada agama dan umat,” pesannya.

Pesan Abu Mudi

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Abu Syaikh H Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi ​​​​​​mengharapkan Festival Muharram menjadi pemantik lahirnya generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan istiqamah mengabdikan diri kepada agama, bangsa, serta umat.

Pesan tersebut disampaikan Abu Mudi saat menutup rangkaian Gema Muharram 1448 Hijriah dan Festival Qira’atul Kutub Al-Aziziyah di kompleks Dayah Mudi ​​​​​​​Mesjid Raya Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat malam (26/6/2026).


Mudir ‘Am Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan tersebut.


“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, dewan hakim, santri, serta semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam menyukseskan Gema Muharram ini,” ujar Abu Mudi.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi arena perlombaan antarsantri. Festival Muharram juga menjadi sarana untuk membangkitkan semangat belajar, mempererat ukhuwah, serta menanamkan kecintaan terhadap ilmu dan nilai-nilai Islam.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi wasilah untuk menumbuhkan semangat belajar, memperkuat ukhuwah, serta menanamkan kecintaan terhadap ilmu dan nilai-nilai Islam,” tuturnya.


Menurut Abu Mudi ​​​semangat yang tumbuh melalui perlombaan perlu dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Para santri diharapkan terus belajar, menjaga adab, dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di tengah masyarakat.

Ia juga mendoakan seluruh tenaga, waktu, dan pengorbanan yang dicurahkan dalam menyukseskan kegiatan tersebut menjadi amal saleh di sisi Allah swt.

“Semoga segala usaha dan pengorbanan yang telah dicurahkan dicatat sebagai amal saleh, dan Gema Muharram ini menjadi pemantik lahirnya generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan istiqamah dalam pengabdian kepada agama, bangsa, dan umat,” katanya.

Baca Artikel Selengkapnya