Phapros berbalik dari rugi jadi cetak laba Rp27,44 miliar di 2025

2 minggu yang lalu 10
Pencapaian ini merupakan hasil dari lima strategi perbaikan kinerja yang secara konsisten dijalankan oleh perusahaan..,

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) membukukan laba bersih senilai Rp27,44 miliar sepanjang 2025, atau berbanding terbalik dibandingkan catatan rugi bersih senilai Rp290,63 miliar pada 2024.

Laba bersih perseroan ditopang oleh penjualan yang tumbuh 26,34 persen (yoy) menjadi senilai Rp940,88 miliar sepanjang 2025.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari lima strategi perbaikan kinerja yang secara konsisten dijalankan oleh perusahaan. Perbaikan fundamental bisnis telah mendorong pertumbuhan penjualan semua segmen sehingga berhasil mengembalikan profitabilitas perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Plt. Direktur Utama PEHA Ida Rahmi Kurniasih dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Ida mengatakan, perseroan mengambil langkah strategis dengan melakukan transformasi bisnis dan pemasaran serta optimalisasi portofolio produk yang turut menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan penjualan.

Baca juga: Pameran Industri Farmasi Terbesar di Asia Kembali Digelar di Shanghai pada Juni 2026

Selain itu, perseroan terus melakukan efisiensi biaya produksi melalui sejumlah inovasi di berbagai lini dan peningkatan efektivitas distribusi sehingga berhasil memangkas beban usaha secara signifikan..

Ia melanjutkan, capaian ini berkat dari penguatan disiplin sales and operation planning, peningkatan kompetensi tim pemasaran, penataan kerja sama dengan distributor, strategi portofolio produk, serta efisiensi biaya yang ketat.

“Strategi ini terbukti mampu membalikkan kinerja fundamental perseroan dari rugi menjadi untung. Penataan portofolio produk berhasil meningkatkan penjualan di seluruh segmen produk baik OTC, OGB, dan ethical,” ujar Ida.

Kenaikan penjualan terjadi di seluruh segmen produk perseroan, diantaranya segmen obat bebas tanpa resep dokter (over the counter/OTC) tumbuh 43,20 persen (yoy), segmen obat generik berlogo (OGB) tumbuh 13,95 persen (yoy), serta segmen ethical tumbuh 54,94 persen (yoy).

Baca juga: Kemendag: RI ekspor obat pereda nyeri senilai Rp2,4 miliar ke Korsel

Selain itu, perseroan mampu menekan biaya produksi barang atau beban pokok penjualan sebesar 5,41 persen (yoy) menjadi Rp448,37 miliar pada 2025, dibandingkan senilai Rp474,03 miliar pada tahun sebelumnya.

Seiring dengan itu, perseroan mampu menurunkan beban usaha sebesar 14,64 persen (yoy) menjadi Rp406,43 miliar pada 2025, dibandingkan senilai Rp476,12 pada 2024.

Sehingga, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 109 persen (yoy) pada 2025

Ida melanjutkan, strategi cost restructuring terbukti berhasil dalam melakukan efisiensi produksi, tercermin dari penurunan COGS sebesar 5,41 persen, yang mana rasio COGS terhadap penjualan pada 2025 juga turun signifikan menjadi 47,65 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 63,65 persen.

Baca juga: Kepala BPOM: Hanya 6 persen bahan baku obat diproduksi di dalam negeri

“Rendahnya rasio COGS terhadap penjualan, menandakan bahwa proses produksi berjalan sangat efisien dan margin laba kotor yang lebih besar. Kami juga berhasil memangkas biaya pemasaran dan distribusi sebesar 27,8 persen (yoy),” ujar Ida.

Kemudian, capaian positif lainnya adalah keberhasilan terpangkasnya liabilitas menjadi Rp959,70 miliar pada 2025, atau turun 7,45 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp1,04 triliun pada 2024.

Keberhasilan dalam memangkas liabilitas telah mendorong peningkatan ekuitas menjadi Rp427,47 miliar pada 2025, atau tumbuh 8,74 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp393,12 miliar pada tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ekuitas ini juga menandakan bahwa perusahaan semakin bernilai bagi pemilik/pemegang saham,” ujarnya.

Baca juga: Komisi VII DPR apresiasi industri farmasi jamu optimalkan bahan lokal

Selain profitabilitas, perseroan juga menjaga arus kas (cashflow) secara baik, dengan arus kas bersih dari aktivitas operasi perusahaan positif Rp123,757 miliar, dengan saldo kas sebesar Rp120,98 miliar per 31 Desember 2025, atau naik 31,49 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp92 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya