Kapal-kapal kargo terlihat di Teluk Persia dekat Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran, 23 Desember 2011 (diterbitkan ulang 20 Maret 2026). 70% pengiriman maritim di Selat Hormuz telah menurun sejak ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat pada 28 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Wakil Juru Bucara Parlemen Iran Ali Nikzad, pada Senin (27/4/2026) mengumumkan bahwa status Selat Hormuz tidak akan kembali ke seperti sebelum perang. Menurut Nikzad dikutip Iran Wire, hal itu berdasarkan perintah dari Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.
"Kami sudah pasti tidak akan kembali status Selat Hormuz sebelumnya, ini adalah perintah dari pemimpin tertinggi," kata Nikzad.
Menurut Nikzad, Pemimpin Tertinggi Iran menegaskan lewat pernyataannya terkait hal ini bahwa, rute-rute lain pun harus diindentifikasi dan ditangani "sama seperti selat (Hormuz)."
Ali Nikzad lebih jauh menambahkan bahwa kebijakan Iran terhadap Selat Hormuz akan didasarkan pada keputusan yang akan diambil oleh pengambil keputusan tingkat tinggi di Iran. Sejak kematian ayahnya, Ali Khamenei pada akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026, Mojtaba Khamenei kemudian terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran meski hingga kini belum ada pernyataan resmi lewat audio dan video dari Mojtaba yang dirilis oleh media Iran.

1 bulan yang lalu
30








English (US) ·
Indonesian (ID) ·