Beijing (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menyelenggarakan silaturahmi peringatan Idul Fitri 1447 Hijriah yang terbuka bagi diaspora Indonesia di China sekaligus mengajak untuk membantu para korban bencana di Aceh.
"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Indonesia di Beijing dan sekitarnya atas pengumpulan zakat fitrah dan sedekah. Hasil dari pengumpulan akan kami salurkan untuk saudara kita yang terdampak bencana di Aceh,” kata Duta Besar RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun dalam sambutannya di halaman KBRI Beijing, Sabtu.
Shalat Idul Fitri dilaksanakan mulai pukul 09.10 waktu setempat dan dihadiri sekitar 400 Warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai kota di China yang dilanjutkan dengan gelar griya (open house) untuk saling bersilaturahmi.
Salah WNI asal Bogor yang sedang berkunjung ke China, Wulan Maulina, mengaku merasakan suasana kekeluargaan yang kuat di antara diaspora Indonesia di China dalam peringatan Lebaran.
“Lebaran di China saya rasa lebih hangat dari pada di negara lain karena mahasiswa dan pekerja di China banyak, jadi rasa kekeluargaannya lebih terasa,” ujarnya yang juga pernah merasakan Lebaran di Bangkok.
Selain Wulan, ada juga Rizki Prayogo, pria yang sedang mengikuti kegiatan pelatihan kerja dari perusahaannya di kota Jining, provinsi Shandong menyempatkan diri untuk shalat Idul Fitri di KBRI Beijing setelah menempuh enam jam perjalanan dengan kereta.
“Tujuan utama kami datang ke Beijing sebenarnya hanya untuk shalat Idul Fitri,” ungkapnya yang datang ke Beijing dengan lima orang rekannya.
Suasana shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, China pada Sabtu (21/03/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)Masih ada juga Devi Afrilianti, perempuan asal Jakarta yang tinggal di Beijing untuk menemani suaminya menempuh studi doktoral, menyebut suasana Lebaran di KBRI Beijing mengingatkan pada suasana di Tanah Air.
“Bisa bertemu orang Indonesia, berbicara bahasa Indonesia, dan makanannya juga khas Indonesia. Jadi kami memilih berlebaran di KBRI Beijing,” katanya.
Ketika ditanya harapan untuk Lebaran tahun ini, ketiganya mendoakan agar kondisi di Indonesia dan dunia segera membaik.
Devi dan Wulan sama-sama mengutarakan harapannya agar warga Indonesia yang terdampak bencana di Tanah Air agar bisa merayakan Lebaran dalam keadaan sehat dan dalam kondisi yang baik lagi.
Sementara Rizki berdoa agar situasi geopolitik segera mereda sehingga tidak membawa dampak negatif berkepanjangan khususnya kenaikan harga kebutuhan pokok di Indonesia.
Total donasi yang dikumpulkan jamaah shalat Idul Fitri di KBRI Beijing adalah senilai 12.200 RMB dan Rp895.000 atau bila ditotalkan mencapai sekitar Rp30,9 juta yang akan disalurkan ke salah satu kabupaten terdampak bencana di Aceh.
Usai shalat Idul Fitri, KBRI Beijing menghidangkan sejumlah makanan seperti opor ayam, rendang, bakso, siomay, sayur nangka, sate ayam dan sate kambing.
Perayaan Idul Fitri di KBRI Beijing merupakan hasil kerja sama dengan berbagai lembaga dan kelompok masyarakat di Beijing, termasuk Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing, Majelis Taklim At-Taqwa, Lingkar Pengajian Beijing, Lintas Komunitas Muslim Indonesia Tiongkok, Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muhammadiyah dan PCI NU Beijing.
Baca juga: Prabowo bagikan sembako usai salat Id bersama penyintas bencana Aceh
Baca juga: Khatib: Idul Fitri momentum Aceh bangkit dari kesulitan akibat bencana
Pewarta: Desca Lidya Natalia dan Rizki Dwi Wibawa
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·