Jakarta, CNN Indonesia --
Ketegangan di sepanjang Garis Durand, perbatasan Afghanistan dan Pakistan, meningkat setelah pemerintahan yang dikuasai kelompok Taliban di Kabul mengklaim telah melancarkan serangan udara ke wilayah Pakistan pada malam hari.
Jika terbukti benar, operasi tersebut akan menjadi salah satu aksi militer lintas batas paling berani yang dilakukan Taliban sejak kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021.
Dalam pernyataan yang diunggah Kementerian Pertahanan Afghanistan pimpinan Taliban melalui platform X, Taliban menyebut serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi di Pakistan yang diduga digunakan kelompok ISIS-K dan jaringan militan lainnya untuk merencanakan serangan ke Afghanistan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target yang disebutkan berada di Distrik Qila Abdullah dan Chagai di Provinsi Balochistan, serta Distrik Orakzai di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.
Taliban mengklaim lokasi-lokasi tersebut digunakan untuk merencanakan serangan terhadap Afghanistan dengan dukungan "lingkaran intelijen jahat." Mereka juga menyatakan bahwa sejumlah target penting berhasil dihantam.
"Afghanistan tidak akan mentoleransi ancaman terhadap keamanan dan stabilitasnya," ujar pernyataan Taliban.
Eskalasi signifikan
Menurut laporan kantor berita Reuters yang mengutip pejabat Pakistan, Islamabad belum mengakui adanya serangan udara tersebut. Akibatnya, sejumlah detail penting, termasuk skala operasi dan kemungkinan korban jiwa, masih belum dapat dipastikan.
Sejumlah media lokal melaporkan adanya warga di Balochistan yang mendengar suara ledakan pada malam hari. Namun, belum ada bukti visual independen yang dapat memverifikasi klaim Taliban.
Militer Pakistan juga belum mengeluarkan pernyataan publik mengenai insiden tersebut.
Laporan Al Jazeera menyebut bahwa jika klaim Taliban terbukti benar, insiden tersebut dapat menjadi eskalasi signifikan dalam hubungan yang sudah lama tegang antara Kabul dan Islamabad.
Dalam beberapa bulan terakhir, Pakistan meningkatkan tekanan terhadap Taliban terkait keberadaan kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Islamabad menuduh Kabul memberikan perlindungan kepada anggota kelompok tersebut, tuduhan yang berulang kali dibantah Taliban.
Hubungan kedua negara juga memburuk akibat deportasi massal warga Afghanistan dari Pakistan serta meningkatnya aktivitas militer di kawasan perbatasan.
Para analis menilai pernyataan Taliban juga memiliki dimensi politik domestik.
Fase konfrontasi baru
Dengan mengumumkan operasi lintas batas, Taliban tampaknya ingin menunjukkan kemampuan mereka dalam menjaga kedaulatan dan keamanan Afghanistan.
Dalam pernyataannya, Taliban menegaskan akan "menghilangkan ancaman sejak masih berupa benih," sebuah pesan yang memperkuat citra pemerintahannya sebagai pihak yang mampu merespons ancaman keamanan secara langsung.
Meski demikian, para pengamat memperingatkan bahwa langkah tersebut berisiko memperburuk instabilitas di kawasan.
Afghanistan dan Pakistan selama puluhan tahun saling menuduh memberikan ruang bagi kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah perbatasan. Siklus saling tuding tersebut kerap menjadi sumber ketegangan yang mengganggu keamanan regional.
Apabila klaim Taliban terbukti akurat, serangan tersebut dapat menandai perubahan pendekatan Kabul dalam menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari wilayah Pakistan.
Di sisi lain, langkah itu juga berpotensi memicu respons dari Pakistan yang memiliki kekuatan militer jauh lebih besar dan merupakan negara bersenjata nuklir.
Untuk saat ini, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya jelas. Namun, insiden tersebut menunjukkan bahwa kawasan perbatasan Afghanistan-Pakistan yang selama ini dikenal rawan konflik berpotensi memasuki fase konfrontasi baru, sementara belum terlihat tanda-tanda kedua pihak akan meredakan ketegangan.
(dan/dan)
Add
as a preferred source on Google

2 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·