Pembicaraan Telpon dengan Menlu Rusia Dibocorkan, Menlu Hongaria: Kerja Bagus!

2 minggu yang lalu 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketegangan politik di Eropa kembali meningkat setelah Menteri Luar Negeri Hongaria, Péter Szijjártó, terseret dalam dugaan skandal kebocoran informasi kepada Rusia. Kasus ini mencuat di tengah sensitifnya hubungan Uni Eropa dengan Moskow sejak invasi Rusia ke Ukraina, sekaligus menjelang pemilu parlemen Hongaria yang krusial.

Laporan investigatif yang dikutip The Washington Post dan Euronews menyebut Szijjártó diduga membagikan informasi sensitif kepada Rusia dalam forum Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa di Brussels. Tuduhan ini diperkuat dengan beredarnya rekaman percakapan telepon antara Szijjártó dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

Dalam rekaman tersebut, Lavrov meminta bantuan agar nama Gulbahor Ismailova, saudara perempuan oligarki Rusia Alisher Usmanov, dihapus dari daftar sanksi Uni Eropa. Szijjártó menanggapi bahwa Hongaria bersama Slovakia tengah mengajukan proposal untuk menghapus sejumlah nama dari daftar tersebut.

Rekaman berdurasi sekitar 94 detik itu dilaporkan direkam pada Agustus 2024, setelah Szijjártó kembali dari Saint Petersburg. Ia bahkan menyatakan akan mendorong isu tersebut masuk dalam agenda resmi Uni Eropa pada periode peninjauan berikutnya.

Kasus ini disebut skandal karena terjadi di tengah kebijakan tegas Uni Eropa yang berupaya mengisolasi Rusia pasca invasi ke Ukraina pada 2022. Uni Eropa secara kolektif menerapkan sanksi ekonomi dan politik terhadap individu serta entitas Rusia, termasuk para oligarki yang dianggap dekat dengan Kremlin.

Dalam konteks itu, setiap upaya negara anggota untuk melemahkan sanksi dari dalam dipandang sebagai pelanggaran solidaritas dan berpotensi merusak posisi bersama Uni Eropa. Dugaan bahwa seorang menteri luar negeri membahas strategi sanksi dengan pihak Rusia, yang justru menjadi target sanksi, menjadi inti kontroversi.

Selain itu, tuduhan bahwa informasi dari forum internal Uni Eropa dibagikan kepada Rusia memicu kekhawatiran soal keamanan informasi dan kepercayaan antarnegara anggota. Jika terbukti, hal ini bisa dianggap sebagai bentuk kompromi terhadap kepentingan kolektif Uni Eropa.

Hubungan Rusia–Hongaria: Dekat tapi Kontroversial

Hubungan antara Hongaria dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir memang dikenal relatif lebih dekat dibandingkan negara Uni Eropa lainnya. Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Viktor Orbán, Budapest kerap mengambil posisi berbeda dari Brussels, terutama dalam isu energi dan sanksi.

Baca Artikel Selengkapnya