REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Parlemen (Dewan Perwakilan Rakyat) Italia pada Selasa (28/4/2026), mendukung rencana pemerintah untuk menyumbangkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (C551) ke Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Dengan begitu, rencana pemerintah Italia menghibahkan Garibaldi ke Indonesia sudah sah.
Langkah itu menurut pemerintah Italia akan memperkuat hubungan dengan sekutu sekaligus menghindari pembongkaran aset usang yang mahal. Kapal Induk Garibaldi yang ditaksir bernilai 54 juta euro atau sekitar Rp 1 triliun, mulai digunakan Marina Militare (Angkatan Laut Italia) pada 1985.
Kapal produksi Fincantieri tersebut ikut serta dalam berbagai operasi di wilayah Mediterania dan lepas pantai Afrika, termasuk misi di Lebanon, Libya, dan Somalia. Sejak Oktober 2024, kapal itu dipensiunkan setelah menjalani 40 tahun masa dinas aktif.
"Keausan struktural dan keusangan sistem di dalamnya" berarti kapal tersebut "tidak lagi memenuhi kemampuan dan persyaratan operasional saat ini," menurut dokumen pemerintah dikutip dari Reuters.
Sebuah laporan Parlemen mengatakan, memindahkan kapal induk ke Indonesia akan menghemat biaya perawatan Italia yang diperkirakan sekitar 5 juta euro atau sekitar Rp 101 miliar per tahun. Bahkan, pemerintah Italia memerlukan biaya pembongkaran sekitar 19 juta euro atau sekitar Rp 384 miliar jika tidak dihibahkan ke Indonesia.
Para pejabat pertahanan di Jakarta mengatakan, menerima donasi kapal induk tersebut dengan alasan lebih efisien waktu dan biaya daripada membeli armada baru. Kapal induk itu diproyeksikan berguna untuk distribusi bantuan dalam penanganan bencana.
Selain itu, langkah pemberian hibah juga bagian dari strategi Italia yang lebih luas untuk memperluas bisnis dengan Indonesia. Saat ini, pemerintah Perdana Menteri Giorgia Meloni berupaya untuk menyelesaikan penjualan kapal selam dan pesawat Italia ke Indonesia senilai sekitar 1,5 miliar euro atau sekitar Rp 30 triliun, kata dokumen tersebut.
"Ini adalah operasi yang masuk akal. Kerja sama militer dan industri membawa keuntungan, termasuk di bidang politik dan dalam berbagai bidang ekonomi lainnya," kata Alessandro Marrone, seorang ahli pertahanan di Istituto Affari Internazionali Roma.
Tahun lalu, Fincantieri (FCT.MI) mengirimkan dua kapal perang ke TNI AL berdasarkan kesepakatan kontrak senilai 1,2 miliar dolar atau sekitar Rp 24,2 triliun. Dua kapal itu diberi nama KRI Brawijaya (320) dan KRI Prabu Siliwangi (321).

1 bulan yang lalu
38







English (US) ·
Indonesian (ID) ·