Gianyar, Bali (ANTARA) - Bupati Gianyar, Bali, Made Mahayastra memaparkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) yang menembus 1,99 triliun pada 2025 atau melonjak dibandingkan periode sama pada 2024 sebesar Rp1,68 triliun.
“Indikator makro pembangunan Gianyar 2025 menunjukkan tren positif,” kata Mahayastra di sela rapat paripurna penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 di DPRD Gianyar, Bali, Selasa.
Ia menambahkan realisasi PAD itu mencapai 98,63 persen dari target sebesar Rp2,02 triliun.
Realisasi PAD itu merupakan bagian dari pendapatan daerah 2025 yang mencapai Rp3,18 triliun atau 96,65 persen dari target Rp3,29 triliun. Selain itu, ada juga pendapatan transfer sebesar Rp608 miliar.
Sementara itu, realisasi belanja daerah lebih besar dibandingkan pendapatan daerah yakni mencapai Rp3,30 triliun atau 77,46 persen dari rencana sebesar Rp4,26 triliun.
Dari sisi pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp324 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp175 miliar, lanjutnya.
Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) itu, Bupati Gianyar juga memaparkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gianyar pada 2025 mencapai 80,96, meningkat dibandingkan 2024 sebesar 80,23, dan masuk dalam kategori IPM sangat tinggi.
Capaian itu juga lebih tinggi dibandingkan IPM Provinsi Bali sebesar 79,37 dan nasional 75,90.
Ia juga mengungkapkan tingkat kemiskinan di Gianyar juga mengalami penurunan menjadi 3,71 persen pada 2025 dari 4 persen pada 2024, serta lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan nasional sebesar 8,25 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran juga menurun dari 1,98 persen pada 2024 menjadi 1,55 persen pada 2025 atau sekitar 5.036 orang.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·