OJK: Penyaluran kredit bank capai Rp8.557 triliun pada Januari 2026

1 bulan yang lalu 27

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan pada Januari 2026 mencapai Rp8.557 triliun atau tumbuh 9,96 persen year on year (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2025 yang tumbuh 9,63 persen yoy.

"Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPB) OJK Dian Ediana Rae di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 22,38 persen yoy, diikuti oleh kredit konsumsi 6,58 persen yoy.

Sedangkan, kredit modal kerja tercatat tumbuh 4,13 persen yoy.

Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 16,07 persen yoy. Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh sebesar 13,43 persen yoy.

Porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,32 persen. Per Januari 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh 20,15 persen yoy menjadi Rp27,1 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,23 juta.

Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,48 persen yoy menjadi Rp10.076 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 19,75 persen, 12,61 persen, dan 8,27 persen yoy.

Likuiditas industri perbankan pada Januari 2026 tetap memadai, dengan rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 121,23 persen dan 27,54 persen, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Adapun liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 197,92 persen.

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,14 persen dan NPL net sebesar 0,82 persen.

Loan at risk (LaR) tercatat sebesar 9,01 persen. Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,49 persen.

Adapun permodalan (CAR) tercatat sebesar 25,87 persen, menjadi buffer mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.

Baca juga: OJK sebut suku bunga kredit sudah turun ke kisaran 8 persen

Baca juga: OJK: Perpanjangan dana SAL Rp200 triliun pacu kredit tumbuh dua digit

Baca juga: OJK paparkan tiga fokus arah kebijakan sektor jasa keuangan di 2026

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya