Batam (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kepulauan Riau (OJK Kepri) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat sebagai upaya utama memperkuat perlindungan konsumen.
Kepala OJK Kepri Sinar Danandjaya mengatakan bahwa OJK Kepri konsisten mengedepankan perlindungan konsumen yang berintegritas.
“OJK akan terus hadir memastikan masyarakat terlindungi, paham risiko, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan aman,” katanya di Batam, Selasa.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menerima dan memproses 817 pengaduan masyarakat sepanjang 2025.
“Mayoritas laporan berasal dari sektor financial technology (fintech). Seluruhnya kami tindak lanjuti melalui mekanisme penyelesaian sengketa sesuai ketentuan yang berlaku untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital,” ujarnya.
Selain itu, OJK Kepri juga mencatat maraknya laporan terkait aktivitas keuangan ilegal. Sepanjang periode 2025, terdapat 280 laporan pinjaman online ilegal dan 88 laporan investasi ilegal.
“Melalui kanal Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), tercatat 6.316 laporan korban penipuan, mulai dari penipuan transaksi belanja, fake call atau impersonation, penipuan kerja, hingga penipuan melalui media sosial,” kata dia.
Meski demikian, kontribusi laporan dari Kepri secara nasional hanya sebesar 1,54 persen dan tidak masuk dalam sepuluh provinsi tertinggi dalam pelaporan.
“Mudah-mudahan ini menunjukkan masyarakat Kepri sudah memiliki literasi yang semakin baik,” kata dia.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan kanal resmi pengaduan, termasuk melalui situs iasc.ojk.go.id sebagai bagian dari sistem penanganan penipuan keuangan.
Sebagai upaya untuk melindungi konsumen, OJK Kepri melaporkan capaian kegiatan edukasi literasi keuangan dan penguatan inklusi keuangan bagi masyarakat.
“Di 2025 kami melakukan sebanyak 87 kegiatan edukasi keuangan dengan total 145.397 peserta dari berbagai lapisan masyarakat,” katanya.
Dalam rangka memperkuat inklusi keuangan, OJK Kepri juga aktif menjalankan kegiatan di seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu.
“Bekerja sama dengan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), inklusi keuangan diperluas melalui 648 kegiatan di seluruh kabupaten/kota di Kepri yang melibatkan 266.368 peserta,” katanya.
Ke depan, OJK Kepri menegaskan ingin memperluas jangkauan layanan perbankan guna mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi keuangan baik, serta memperkuat perlindungan konsumen.
Memasuki 2026, OJK Kepri juga menginisiasi kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 di bulan Maret ini.
Terdapat armada SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi Keuangan) di Batam dan Tanjungpinang pada 2-9 Maret, serta kegiatan literasi ekonomi syariah untuk segmen ibu rumah tangga pada 11 Maret.
"Program ini bertujuan mengakselerasi literasi dan inklusi keuangan syariah dengan kegiatan seperti layanan edukasi keuangan jemput bola, dan edukasi ekonomi syariah dalam momentum Ramadhan," tutupnya.
Baca juga: OJK terbitkan aturan gugatan untuk perlindungan konsumen
Baca juga: Ketua AFPI: Penentuan bunga pinjaman pindar untuk lindungi konsumen
Baca juga: Pelaku industri kripto nilai SID perkuat perlindungan konsumen
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·