OJK: Kapabilitas bank jadi pertimbangan untuk izin "universal banking"

1 minggu yang lalu 6

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kapasitas dan kapabilitas internal bank, mencakup sumber daya manusia (SDM), manajemen teknologi informasi (TI), manajemen risiko, serta tata kelola perusahaan, menjadi pertimbangan dalam pemberian izin penyelenggaraan produk dan aktivitas universal banking.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 di Jakarta, Senin, mengatakan aspek-aspek tersebut menjadi pertimbangan mengingat setiap bank di Indonesia memiliki kondisi yang bervariasi.

Sebagai informasi, universal banking merupakan model perbankan yang memungkinkan penyediaan layanan keuangan terintegrasi, mencakup perbankan komersial dengan kegiatan lainnya seperti aktivitas pasar modal dan layanan lainnya.

Dian mengatakan bahwa regulator juga akan memperkuat kapasitas dan kapabilitasnya sebelum implementasi universal banking, terutama pengawasan TI untuk menghadapi berbagai tantangan.

Baca juga: Perbanas: Bank perkuat prudential measures di tengah risiko geopolitik

“Karena saya kira, kalau kita bicara universal banking, tentu kita memerlukan regulasi dan pengawasan yang terintegrasi. Dan ini sebetulnya adalah core, tujuan akhir perjalanan kita di OJK adalah pengawasan terintegrasi. Jadi kita tidak lagi fragmented seperti sekarang, harusnya nanti semua pengawasan itu dilakukan secara komprehensif seluruh sistem keuangan,” kata dia.

Ia mencatat bahwa integrasi layanan keuangan yang semakin luas akan membawa implikasi terhadap peningkatan risiko, khususnya terkait dengan keamanan dan resiliensi sistem.

Semakin terhubungnya berbagai layanan dalam satu ekosistem, maka akan memperbesar potensi serangan siber dan risiko kegagalan sistetemik. Oleh karena itu, ujar Dian, manajemen risiko TI, ketahanan siber, dan perlindungan data nasabah menjadi krusial.

“Dalam hal ini, tentu saja juga pendekatannya yang akan kita pakai itu adalah yang seimbang antara mendorong inovasi dan tentu saja tetap menjaga stabilitas sistem keuangan,” imbuh Dian.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya