Jakarta, CNN Indonesia --
Pembicaraan teknis antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Swiss, dinyatakan telah rampung pada Senin (22/6). Hal ini disampaikan Qatar dan Pakistan selaku mediator.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri Qatar, AS dan Iran disebut sepakat mengenai peta jalan menuju kesepakatan akhir yang harus dicapai dalam waktu 60 hari. Pembicaraan teknis juga disebut akan berlanjut sepanjang pekan ini di Buergenstock, Swiss.
Menurut Qatar dan Pakistan, kedua pihak sepakat mengenai mekanisme untuk mengakhiri pertempuran di Lebanon. AS dan Iran juga setuju untuk membuka jalur komunikasi guna membantu memastikan jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan di media sosial X pada Senin bahwa ada "kemajuan besar" dalam pembicaraan dengan AS. Araghchi menyebut AS berkomitmen untuk membebaskan sanksi ekspor minyak Iran serta mencairkan sejumlah aset Iran yang selama ini dibekukan.
Lebih lanjut, AS juga setuju dengan rencana rekonstruksi Iran dan pembangunan besar-besaran untuk Teheran. Gedung Putih sejauh ini belum memberikan komentar mengenai pembicaraan di Swiss.
Wakil Presiden AS JD Vance memulai perundingan teknis di Swiss pada Minggu (21/6) usai nota kesepahaman (MoU) damai diteken bersama Iran pada Rabu (17/6) lalu. Diskusi ini berlangsung hingga Senin dini hari.
Tepat sebelum pembicaraan dimulai, Fox News melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mengaku telah memperingatkan para pejabat Iran untuk tidak menutup Selat Hormuz jika tak ingin kehilangan negara.
"Jika kalian menutupnya, kalian tidak akan punya negara. Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian yang terkutuk itu," kata Trump.
Trump juga menekankan bahwa kesepakatan akhir harus tercapai. Jika tidak, AS akan mengambil alih Selat Hormuz dan mematok tarif sesuai keinginan.
Di media sosial Truth Social, Trump juga melontarkan ancaman kepada Iran untuk menghentikan aksi Hizbullah jika tidak ingin diserang lagi.
"Iran harus segera menghentikan PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan pekan lalu, bahkan lebih keras lagi!!!" tulis Trump.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, tak lama kemudian mengabarkan bahwa para delegasi Iran walk out dari ruangan setelah ancaman Trump dipublikasi. Kendati begitu, pembicaraan disebut masih berlanjut melalui para mediator.
Peringatan Trump sendiri disampaikan setelah militer Iran pada Sabtu (20/6) mengumumkan bahwa pihaknya menutup kembali Selat Hormuz buntut serangan Israel terhadap Lebanon. Serangan tersebut dinilai tidak sesuai dengan poin pertama kesepakatan yang mengharuskan pertempuran di seluruh front dihentikan, termasuk di Lebanon.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google

3 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·