Menteri Kebudayaan Lebanon Serukan Israel Setop Serangan ke Situs Bersejarah, Area Kuno Ini Hancur

1 jam yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Menteri Kebudayaan Lebanon, Ghassan Salame, menyerukan Israel agar tak menargetkan dan menyerang situs-situs bersejarah di negara tersebut. Seruan itu disampaikan setelah situs Warisan Dunia UNESCO di Tyre, Lebanon selatan, terdampak pemboman Israel. 

“Saya meluncurkan seruan untuk menghindari penargetan situs-situs arkeologi di negara ini... khususnya reruntuhan di Tyre yang merupakan bagian dari warisan umat manusia,” kata Salame, Senin (8/6/2026), dikutip laman Al Arabiya.

Sejak terlibat perang dengan kelompok Hizbullah pada awal Maret 2026, Israel telah membombardir Tyre berulang kali. Tyre, yang merupakan salah satu kota tertua di pantai Mediterania, hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari perbatasan Israel. 

Pada Ahad (7/6/2026) lalu, Israel meluncurkan serangan ke Tyre. Serangan dilancarkan setelah Israel menerbitkan peringatakan evakuasi ke distrik-distrik, termasuk ke salah satu area arkeologi, yang dikenal sebagai situs kota, rumah bagi reruntuhan Romawi.

Direktur regional situs arkeologi Kementerian Kebudayaan untuk Lebanon selatan, Ali Badawi, mengatakan, pemboman Israel pada Ahad lalu telah memberikan dampak terburuk pada area kuno Tyre sejak perang dimulai. “Jumlah puing dan kerusakan di situs tersebut sangat tinggi,” katanya. 

“Beberapa artefak arkeologi rusak ketika puing-puing jatuh menimpa mereka, karena puing-puing berjatuhan di area yang luas, berdampak pada sejumlah besar elemen di situs tersebut -- pilar, kepala pilar, dasar pilar, mosaik,” tambah Badawi. 

Dia menegaskan, serangan Israel ke situs bersejarah Tyre sama sekali tak dapat dibenarkan. “Ini adalah situs sipil, situs Warisan Dunia, sama sekali bukan situs militer, dan tidak ada aktivitas militer di sana,” ujarnya. 

Menteri Kebudayaan Ghassan Salame mengatakan, pihak berwenang akan mengevaluasi kerusakan atau kehancuran di situs bersejarah Tyre akibat serangan Israel pada Ahad. Pemeriksaan bakal dilakukan setelah gencatan senjata diberlakukan. Hal itu agar tak membahayakan nyawa para arkeolog yang bertugas.

Menurut Salame, Israel tak menghormati konvensi Den Haag tentang perlindungan properti budaya selama konflik bersenjata. 

Israel mulai menggempur Lebanon pada 2 Maret 2026. Agresi dimulai setelah kelompok Hizbullah, sebagai bentuk dukungannya kepada Iran dan merespons wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, ikut menembakkan roket ke wilayah Israel. Sejak saat itu, Israel dan Hizbullah saling melancarkan serangan udara.

Saat ini Israel telah melaksanakan operasi darat. Mereka sudah merangsek sekitar 10 kilometer ke wilayah Lebanon. Hal itu menandai invasi terdalam Israel ke Lebanon sejak tahun 2000. 

Sejak Israel memulai agresinya, lebih dari 3.500 warga Lebanon terbunuh. Sementara setidaknya 10 ribu lainnya mengalami luka-luka.

Baca Artikel Selengkapnya