REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat, John C. Phelan, mengundurkan diri secara mendadak dan berlaku segera. Pengunduran diri mendadak ini memperpanjang daftar pejabat tinggi yang meninggalkan kabinet atau diberhentikan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Sebelum Phelan, sejumlah nama penting telah lebih dulu melepas jabatan mereka karena berbagai dinamika politik dan perombakan internal, di antaranya adalah Lori Chavez-DeRemer (Menteri Tenaga Kerja) yang mengundurkan diri, serta Kristi Noem (Menteri Keamanan Dalam Negeri/DHS) dan Pam Bondi (Jaksa Agung) yang diberhentikan dari posisi mereka.
Selain pejabat sipil, perombakan ini juga menyasar petinggi militer seperti Jenderal Randy George (Kepala Staf Angkatan Darat) dan Jenderal CQ Brown (Ketua Kepala Staf Gabungan) yang dicopot dari jabatannya, menciptakan gelombang ketidakpastian dalam struktur kepemimpinan nasional Amerika Serikat.
Pengumuman pengunduran diri Phelan disampaikan oleh juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, melalui media sosial X, Rabu. Dalam pernyataannya, Parnell yang juga menjabat sebagai Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Publik tidak memberikan penjelasan rinci terkait alasan pengunduran diri tersebut. Ia hanya menyebut bahwa posisi tersebut akan segera diisi sementara.
Wakil Menteri Angkatan Laut, Hung Cao, ditunjuk untuk mengambil alih jabatan secara sementara hingga ada keputusan lebih lanjut dari pemerintah.
Pengunduran diri Phelan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Saat ini, Angkatan Laut AS diketahui tengah melakukan operasi blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Langkah tersebut berlangsung dalam konteks gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, yang sebelumnya memicu eskalasi militer di kawasan strategis tersebut.
Sebagai pejabat sipil, Menteri Angkatan Laut memiliki peran penting dalam mengawasi Departemen Angkatan Laut, termasuk kebijakan strategis, administrasi, penganggaran, serta kesiapan operasional.
Posisi ini juga berperan dalam memastikan koordinasi antara unsur militer dan sipil dalam menjalankan operasi maritim AS di berbagai wilayah.
Pengunduran diri ini juga terjadi di tengah dinamika internal di Pentagon sejak kepemimpinan Pete Hegseth. Menteri Pertahanan tersebut sebelumnya melakukan sejumlah pergantian pejabat militer senior.
Pada awal April, Hegseth dilaporkan memberhentikan Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George, bersama dua jenderal lainnya.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya tekanan operasional militer AS, khususnya terkait konflik di kawasan Timur Tengah.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah pengunduran diri Phelan berkaitan langsung dengan dinamika tersebut atau faktor lainnya.
Sehari sebelum pengumuman pengunduran diri, Phelan diketahui masih aktif menjalankan tugasnya. Ia bahkan sempat menyampaikan pidato dalam konferensi maritim tahunan Sea Air Space yang digelar di dekat Washington, DC.
Kehadirannya dalam forum tersebut menunjukkan bahwa tidak ada indikasi publik mengenai rencana pengunduran diri dalam waktu dekat.
sumber : Xinhua

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·