Menlu Rubio Tegaskan Urusan Lebanon Dibahas Terpisah dari Kesepakatan AS-Iran

2 jam yang lalu 5

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menlu AS Marco Rubio selepas menandatangani keanggotaan di Board of Peace di Gedung Putih, Washington, AS, Rabu (11/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Marco Rubio, menegaskan bahwa Washington akan berhubungan langsung dengan Pemerintah Lebanon dalam membahas berbagai isu yang berkaitan dengan negara tersebut. Rubio menegaskan bahwa urusan terkait Lebanon akan dibahas langsung dengan Beirut.

“Proses itu terpisah,” kata Rubio pada Selasa (23/6/2026), saat berada di Uni Emirat Arab (UEA) ketika ditanya apakah penyelesaian perdamaian Lebanon harus dipisahkan dari kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

“Lebanon adalah negara berdaulat. Ketika menyangkut apa yang terjadi di dalam Lebanon, kami akan merundingkan kesepakatan secara langsung dengan Pemerintah Lebanon,” ujarnya.

Rubio juga mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun sesaat sebelum mendarat di UEA, di tengah berlangsungnya perundingan yang difasilitasi Amerika Serikat antara Lebanon dan Israel di Washington.

“Ada isu Iran yang berkaitan dengan Lebanon, yaitu dukungan dan sponsor mereka terhadap Hizbullah. Faktor tersebut akan dibahas sebagai bagian dari percakapan kami dengan pihak Iran,” tambah Rubio.

Ia menegaskan bahwa masa depan Lebanon berada di tangan rakyatnya serta pemerintah yang dipilih secara demokratis. Rubio juga menekankan bahwa Washington hanya akan bekerja sama dengan otoritas yang terpilih secara sah.

Lebanon dan Israel saat ini tengah menjalani putaran baru perundingan di Washington yang berlangsung pada 23 hingga 25 Juni.

sumber : Antara

Baca Artikel Selengkapnya