Personel Batalyon Malaysia (Malbatt) 850-13 di Lebanon selatan tergabung dalam Unifil.
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Malaysia memerintahkan personel Batalyon Malaysia (Malbatt) 850-13 di Lebanon selatan, untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional. Langkah itu diambil sebagai antisipasi menyusul situasi keamanan yang memburuk di perbatasan Israel tersebut.
Keputusan itu diambil mengikuti arahan United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil), terutama setelah gugurnya tiga personel TNI. Menteri Pertahanan (Menhan) Malaysia, Mohamed Khaled Nordin, menekankan, tingkat keamanan seluruh kontingen Malbatt telah ditingkatkan.
"Langkah-langkah tersebut mencakup kepatuhan terhadap SOP, penguatan aturan keterlibatan, penghentian sementara patroli, peningkatan perlindungan pasukan, serta penilaian situasi secara berkelanjutan," katanya dikutip dari The Star, Rabu (1/4/2026).
Menurut Khaled, semua personel Malbatt saat ini, dalam kondisi aman. Dia menyebut, keselamatan prajurit tetap menjadi prioritas utama pemerintah Malaysia. "Semua penugasan dan pergerakan dilakukan secara hati-hati, berdasarkan penilaian yang terus diperbarui dan arahan operasional Unifil," katanya.

2 minggu yang lalu
11






English (US) ·
Indonesian (ID) ·