Menhan China Ingatkan AS yang Juga Blokade Selat Hormuz: Jangan Ikut Campur

4 hari yang lalu 3

Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Michael Murphy (DDG 112) yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China mengingatkan Amerika Serikat (AS) terkait pemblokadean di Selat Hormuz untuk tidak ikut campur dalam urusan bilateral Beijing dengan Teheran. Dikutip India Today, peringatan dari Menteri Pertahanan Laksamana Dong Jun itu dirilis bersamaan dengan dimulainya blokade maritim oleh AS pada Senin (13/4/2026).

"Kami memiliki perjanjian dagang dan energi dengan Iran; kami berharap pihak lain untuk tidak ikut campur dalam urusan kami," kata Jun, menambahkan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk China.

Selat Hormuz krusial bagi Beijing karena memasok hampir 40 persen dari total impor minyak dan 30 persen kebutuhan gas alam cair (LNG). Atas alasan itu, China selalu mendorong terciptanya gencatan senjata untuk mengamankan perlintasan maritim di Teluk Persia itu.

Menurut beberapa ahli, upaya Trump memblokade Selat Hormuz ditujukan terhadap kapal-kapal yang membayar tol kepada Iran dengan Yuan. Washington memandang hal itu sebagai tantangan bagi sistem petrodolar dan pengabaian terhadap sanksi-sanksi AS.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China kembali menegaskan dukungan Beijing terhadap gencatan senjata. Beijing menilai penghentian konflik penting bagi keamanan maritim, stabilitas, dan perlintasan yang tak terhambat demi melayani kepentingan komunitas internasional.

"Akar penyabab disrupsi dari navigasi di selat berada pada konflik yang melibatkan Iran, dan cara untuk menyelesaikan masalah itu adalah mencapai sebuah gencatan senjata dan mengakhiri permusuhan sesegera mungkin," kata juru bicara Kemenlu China Guo Jiakun dikutip SCMP.

Baca Artikel Selengkapnya