Kurangi Ketergantungan pada AS, Jerman Kebut Produksi Drone Laut untuk Hadapi Perang Modern

1 jam yang lalu 1

Kapal drone yang sedang diproduksi Jerman bekerja sama dengan Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jerman mempercepat pengembangan sistem militer tanpa awak di laut sebagai bagian dari transformasi strategi pertahanannya. Langkah ini sejalan dengan dorongan Eropa untuk memperkuat kemandirian pertahanan di tengah dinamika geopolitik global.

Perusahaan pertahanan Rheinmetall mulai memproduksi kapal drone di Hamburg. Produksi ini menjadi tahap awal menuju skala industri yang lebih besar.

Kapal tanpa awak tersebut dikembangkan bersama mitra Inggris, Kraken Technology Group. Kolaborasi ini menghasilkan platform bernama K3 Scout.

Produksi dilakukan di galangan kapal Blohm+Voss. Fasilitas ini kini menjadi bagian penting dari ekspansi industri pertahanan Jerman.

Menurut perusahaan, sekitar 200 unit kapal drone ditargetkan diproduksi setiap tahun. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan hingga 1.000 unit tergantung pada permintaan.

CEO divisi Naval Systems Rheinmetall, Tim Wagner, menyatakan produksi bersifat fleksibel. Perusahaan siap menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan pasar global.

K3 Scout dirancang sebagai kapal permukaan tak berawak dengan spesifikasi tinggi. Panjangnya mencapai 8,5 meter dengan bobot maksimum sekitar 2.500 kilogram.

Kapal ini mampu melaju hingga 55 knot atau sekitar 102 kilometer per jam. Jangkauannya mencapai 650 mil laut dalam kondisi operasional normal.

Muatan kapal dapat mencapai 600 kilogram dan bersifat modular. Hal ini memungkinkan penyesuaian sesuai kebutuhan misi.

Sistem operasionalnya saat ini masih berbasis kendali jarak jauh. Namun, pengembangan menuju sistem otonom sedang direncanakan.

Meski otonom, Rheinmetall menegaskan bahwa kontrol manusia tetap dipertahankan. Persetujuan target akan tetap melibatkan operator manusia.

Baca Artikel Selengkapnya