Kemenkeu: Realisasi ketahanan pangan di Jatim capai Rp307,86 miliar

2 jam yang lalu 1
Dari dana atau alokasi yang tersedia Rp2,87 triliun sudah realisasi Rp307 miliar

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I Max Darmawan menyatakan realisasi APBN untuk ketahanan pangan di Jawa Timur telah terealisasi Rp307,86 miliar dari pagu tahun ini Rp2,8 triliun.

"Dari dana atau alokasi yang tersedia Rp2,87 triliun sudah realisasi Rp307 miliar, ini tumbuh secara year-on-year/yoy (secara tahunan) 51,17 persen," katanya dalam Media Briefing di Surabaya, Senin.

Max mengatakan realisasi sampai Mei 2026 yang mencapai Rp307,86 miliar tumbuh 51,17 persen (yoy) dan membalik tren kontraksi tajam tahun sebelumnya yang mencapai 61,59 persen.

Akselerasi didorong meningkatnya pagu menjadi Rp2,87 triliun yang naik signifikan dari Rp878,71 miliar pada 2025 sehingga mencerminkan penguatan komitmen pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional.

Ia menuturkan Jawa Timur berada di posisi produsen padi terbesar nasional dengan produksi 7,71 juta ton GKG.

Ia mengungkapkan beberapa output pemanfaatan anggaran ketahanan pangan tahun ini di antaranya digunakan untuk prasarana jaringan sumber daya air sepanjang 1.143 kilometer serta pengembangan dua bendungan.

Berikutnya, fasilitasi pupuk dan pestisida bagi 985.568 petani, pelatihan bidang pertanian dan perikanan kepada 1.260 orang, serta bantuan tanaman pengelolaan budi daya rumput laut sebanyak 7.571 benih.

Selanjutnya, untuk peningkatan produksi ternak 2.400 ekor, pengembangan kawasan aneka palma seluas 5.050 hektare, serta pengembangan kawasan tanaman semusim seluas 56.050 hektare.

Terakhir, untuk bantuan hewan ikan air payau sebanyak 5.500.000 benih sekaligus bantuan peralatan budidaya ikan air payau sebanyak 30 unit.

Baca juga: Khofifah sebut Jatim masuk fase kedaulatan pangan berkelanjutan

Baca juga: BPS Jatim: Minyak goreng hingga bawang picu inflasi Mei 1,43 persen

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya