Jepang soroti peran perguruan tinggi Islam bentuk fondasi pendidikan

1 bulan yang lalu 20

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Jepang di Jakarta menyoroti peran penting perguruan tinggi Islam dalam membentuk fondasi pendidikan di Indonesia.

"Perguruan tinggi Islam memainkan peran yang sangat signifikan," kata Kuasa Usaha ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta Myochin Mitsuru dalam acara Buka Bersama Kedubes Jepang dengan Tokoh Islam di Kediaman Duta Besar Jepang di Jakarta, Senin.

Myochin mengatakan bahwa selama kunjungannya ke Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), dia mempelajari bahwa di Indonesia, perguruan tinggi tidak hanya berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, tetapi juga di bawah Kementerian Agama.

Dan perguruan tinggi Islam tersebut memainkan peran yang sangat signifikan, karena selain perguruan tinggi, dia juga menemukan lebih dari 42 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Pondok-pondok pesantren itu, kata dia, telah membentuk fondasi pendidikan yang sangat krusial di Indonesia.

Dalam upaya meningkatkan hubungan dan memperkuat persaudaraan antara Jepang dan Indonesia, Kedubes Jepang telah melaksanakan program undangan bagi para pimpinan pesantren ke Jepang sejak 2004.

Hingga saat ini, lebih dari 190 orang telah mengikuti program tersebut. Selain itu, Pemerintah Jepang juga mengundang para pemuda-pemuda Islam.

Tahun ini, delapan orang dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Masjid Istiqlal, dan Universitas Islam Negeri diundang untuk mengunjungi Tokyo dan Nagasaki.

"Kami percaya bahwa pertukaran warga di tingkat akar rumput seperti ini adalah sarana penting untuk memperkuat hubungan antarbangsa di masa depan.

Dia berharap acara Buka Bersama tersebut akan menjadi kesempatan yang berarti guna memperkuat persahabatan antara Jepang dan umat Islam di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jamhari Makruf dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi atas program pertukaran pemuda yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Jepang.

Menurutnya, program kunjungan para tokoh-tokoh Islam ke Jepang tersebut sangat berarti dan sangat bermakna, terutama bagi peningkatan hubungan kedua negara

Dia berharap program tersebut dapat l terus dilanjutkan sehingga semakin memperkuat persaudaraan antara masyarakat Indonesia dan Jepang.

"Bayangkan saja, sekarang Kedutaan Jepang mempunyai 190 pesantren di seluruh Indonesia yang bisa menjadi teman. Jadi, kalau Kedutaan Jepang atau Pejabat Jepang ingin ke Indonesia, dia bisa mampir di mana saja di pesantren yang selama ini sudah diundang. Dan itu adalah aset yang luar biasa," demikian katanya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya