REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya tidak menimbang untuk memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran. Hal itu diungkapkan oleh jurnalis ABC News Jonathan Karl dilansir Anadolu, Selasa (14/4/2026). Menurut Karl, Trump tidak berpikir bahwa perpanjangan gencatan senjata dibutuhkan lagi oleh AS.
"Saya pikir anda akan melihat sesuatu yang luar biasa dua hari ke depan," kata Trump.
Menurut Karl, Trump mengindikasikan bahwa perang dengan Iran bisa diakhiri baik lewat negosiasi atau melalui aksi militer guna menghabisi kapabilitas Iran.
"Itu bisa dengan dua cara, tapi saya pikir sebuah kesepakatan diinginkan karena mereka bisa membangun kembali. Mereka benar-benar memiliki rezim yang berbeda sekarang. Apapun itu, kami telah menghabisi kalangan radikal. Mereka telah pergi, tak bersama kita lagi," kata Trump dikutip oleh Jonathan Karl.
Dalam wawancara dengan Fox Business, Trump juga menyatakan bahwa perang AS-Israel terhadap Iran hampir berakhir. “Saya pikir ini hampir berakhir, ya. Maksud saya, saya melihatnya sudah sangat dekat dengan berakhir,” kata Trump kepada pembawa acara Fox Business, Maria Bartiromo, saat ditanya apakah perang tersebut sudah selesai.
Cuplikan video wawancara tersebut dibagikan di platform media sosial X. “Anda tahu, jika saya menarik diri sekarang pun, mereka akan butuh waktu 20 tahun untuk membangun kembali negara itu, dan kita belum selesai. Kita akan melihat saja apa yang terjadi. Saya pikir mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” tambah Trump.
Sebelumnya, Bartiromo menyatakan dalam sebuah video di Instagram bahwa Trump berulang kali menyebut perang Iran dalam bentuk lampau selama wawancara mereka, yang mendorongnya untuk bertanya langsung: “Apakah ini sudah berakhir?”
“Dia menjawab: Sudah selesai,” kata Bartiromo saat menjelaskan percakapan tersebut.
Perundingan telah diadakan di ibu kota Pakistan, Islamabad, selama akhir pekan untuk mengakhiri secara permanen perang AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, tetapi kesepakatan belum berhasil dicapai. Upaya untuk mengadakan putaran pembicaraan berikutnya sedang berlangsung.
Trump menunjukkan nada optimistis terkait prospek dimulainya kembali pembicaraan langsung antara AS dan Iran, dengan mengatakan pada Selasa bahwa negosiasi tersebut dapat dimulai kembali di Pakistan dalam dua hari ke depan. Pakistan berperan sebagai penengah terhadap gencatan senjata selama dua minggu pada tanggal 8 April, yang hingga saat ini masih bertahan.
sumber : Antara, Anadolu

3 hari yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·