Jakarta, CNN Indonesia --
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengungkap sejumlah syarat bagi kapal-kapal yang akan melintasi Selat Hormuz selama gencatan senjata.
Aturan ini dikeluarkan Angkatan Laut IRGC usai pemerintah Iran menyatakan membuka sepenuhnya jalur pelayaran internasional tersebut, selama Israel dan Lebanon sepakat gencatan senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari, usai pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Kamis (16/4) kemarin.
Dilansir Tasnim, berikut sejumlah tatanan baru yang ditetapkan Angkatan Laut IRGC di Selat Hormuz:
1. Kapal sipil hanya akan melewati jalur yang telah ditentukan oleh Iran
2. Kapal militer tetap dilarang melewati Selat Hormuz
3. Pergerakan di Selat Hormuz hanya diperbolehkan dengan izin dari Angkatan Laut IRGC
4. Setiap pergerakan dilakukan sesuai dengan kesepakatan tentang masa tenang di medan perang, dan setelah implementasi gencatan senjata Lebanon.
Sebelumnya sebuah sumber yang dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengklarifikasi dimensi baru dari kesepakatan Iran-AS di Selat Hormuz, selama gencatan senjata yang berlangsung selama dua minggu.
Sejak awal gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan pada Sabtu (11/4) lalu, Iran seharusnya mengizinkan sejumlah kapal untuk melewati selat tersebut setiap hari.
"Namun, setelah gencatan senjata di Lebanon gagal diterapkan dan perjanjian gencatan senjata gagal mencakup Hizbullah dan Israel, Iran menangguhkan perjanjian tentang lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz," kata sumber itu.
Selain itu, sumber tersebut juga menekankan bahwa penerapan beberapa prasyarat, termasuk gencatan senjata di Lebanon, menjadi kunci keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz
Selat Hormuz ditutup lagi
Hanya beberapa jam setelah dibuka pada Jumat (17/4), Pusat Komando Militer Iran menyatakan kembali menutup Selat Hormuz.
Penutupan ini dilakukan lagi setelah Iran menuduh Amerika Serikat masih melakukan blokade terhadap selat tersebut.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan pihaknya dengan tegas bakal menutup lagi Selat Hormuz jika AS masih terus memblokade seluruh pelabuhan Iran.
"Jika blokade ini terus berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka," tulis Ghalibaf di X, melansir AFP, Sabtu (18/4).
Ia menambahkan bahwa akses melalui jalur air tersebut akan bergantung pada izin dari Iran.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·