Iran Tuntut Lima Negara Arab Bayar Reparasi Kerusakan Akibat Agresi AS

4 hari yang lalu 2

Petugas pemadam kebakaran Iran bekerja di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Teheran selatan, Iran, 27 Maret 2026. Operasi militer gabungan Israel dan AS terus menargetkan beberapa lokasi di Iran sejak dini hari tanggal 28 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menuntut kompensasi dari lima negara Arab yang mereka tuduh memberikan fasilitas wilayah darat dan udara bagi Amerika Serikat (AS) dalam melancarkan agresi. Tuntutan itu disampaikan dalam sebuah surat untuk Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB Jamal Fares Alrowaiei.

Duta Besar Iran untuk PBB Amir-Saeid Iravani menolak tuntutan sebelumnya dari Bahrain, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania dengan menegaskan bahwa dalam situasi saat ini, kelima negara Arab itu tidak bisa menerapkan Pasal 51 dari Piagam PBB terhadap Iran lantaran mereka juga ikut memfasilitasi serangan AS-Israel. Alih-alih, Teheran menegaskan bahwa mereka adalah "korban dari agresi" dan mencoba menerapkan hak melekat untuk membela diri.

Surat dari Iran itu lebih jauh menyatakan bahwa dalam beberapa kasus, serangan bersenjata tak berdasar yang menargetkan warga dan infrastruktur sipil di Iran dilancarkan dari wilayah lima negara itu. Utusan Iran di PBB menuntut lima negara Arab untuk segera menghentikan tindakan salah dengan memperbolehkan wilayah mereka digunakan oleh AS dan Israel.

Iravani menegaskan, lima negara Arab harus membayar penuh biaya reparasi kepada Republik Islam Iran. Termasuk, kompensasi untuk semua kerusakan materi dan moral yang diakibatkan oleh tindakan bersalah mereka secara internasional.

Baca Artikel Selengkapnya