REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan pembentukan “front keamanan bersatu” negara-negara Muslim melawan musuh-musuh mereka. Sejumlah negara yang ia ajak bergabung diantaranya Pakistan, Saudi, Turki, Mesir, dan Qatar.
Dalam kunjungan kenegaraan ke Pakistan, Pezeshkian menyatakan Iran mengulurkan “tangan persahabatan” untuk struktur keamanan regional yang baru. Pezeshkian, yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Pakistan atas undangan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, mengatakan Iran berupaya menjangkau negara-negara Islam untuk membentuk “arsitektur keamanan regional baru.”
“Persatuan dan solidaritas umat Islam sangat penting untuk menghadapi tantangan bersama,” katanya.
Dilansir Tasnim, ia menyebutkan bahwa Iran telah berbicara dengan Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Mesir, dan Turki, namun tidak dengan beberapa negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait, yang menjadi sasaran Teheran sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.
Pezeshkian menyerukan pembentukan kerangka keamanan regional baru yang berakar pada dialog, saling menghormati, dan kerja sama. Ia menegaskan bahwa perdamaian abadi dan kemakmuran di Asia Barat dan Teluk Persia hanya dapat terwujud melalui keterlibatan yang dipimpin oleh negara-negara regional.
Pezeshkian mengatakan Iran percaya bahwa keamanan, stabilitas, pembangunan, dan kemajuan ekonomi yang berkelanjutan memerlukan dialog yang jujur dan interaksi konstruktif antara negara-negara tetangga daripada intervensi eksternal.
Presiden Iran membuka sambutannya dengan mengutip ayat-ayat filsuf dan penyair Muslim ternama Muhammad Iqbal, presiden Iran menekankan pentingnya persatuan, solidaritas, dan kebangkitan di dunia Islam.
Presiden Iran tiba di Pakistan pada Selasa untuk kunjungan resmi guna membahas upaya diplomatik yang sedang berlangsung setelah penandatanganan nota kesepahaman AS-Iran.

1 jam yang lalu
6







English (US) ·
Indonesian (ID) ·