Indef: Tambahan SAL efektif bila dibarengi stimulus fiskal langsung

3 minggu yang lalu 8
Tanpa dukungan kebijakan lain seperti kredit terarah dan stimulus fiskal langsung dana berisiko mengendap atau beralih ke instrumen keuangan

Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menilai efektivitas tambahan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp100 triliun ke perbankan perlu didukung stimulus fiskal yang bersifat langsung.

“Tambahan injeksi SAL Rp100 triliun ke perbankan akan memperkuat likuiditas dan menurunkan tekanan biaya dana, sehingga ruang kredit lebih longgar. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada permintaan kredit,” ujar Rizal saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan, dalam kondisi konsumsi yang melemah dan ekspektasi ekonomi yang belum kuat, tambahan likuiditas belum tentu tersalurkan secara optimal ke sektor riil.

Rizal berpendapat rumah tangga cenderung masih menahan belanja dan meningkatkan tabungan (precautionary saving), sehingga transmisi dari likuiditas ke kredit dan konsumsi relatif terhambat.

Baca juga: CORE: Tambahan SAL Rp100 triliun jaga stabilitas sistem keuangan

Baca juga: Purbaya tambah penempatan dana SAL Rp100 triliun ke perbankan

Artinya, kebijakan ini tidak otomatis mendorong permintaan agregat sehingga dampaknya terhadap konsumsi cenderung terbatas.

Maka dari itu, Rizal menyebut kebijakan tambahan penempatan dana ini lebih berfungsi sebagai stabilisasi likuiditas, bukan pendorong pertumbuhan.

“Tanpa dukungan kebijakan lain seperti kredit terarah dan stimulus fiskal langsung dana berisiko mengendap atau beralih ke instrumen keuangan, sehingga dampaknya ke konsumsi dan pertumbuhan menjadi terbatas,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah kembali menambah penempatan dana SAL sebesar Rp100 triliun ke perbankan.

Dengan penambahan tersebut, total dana SAL yang telah ditempatkan di perbankan mencapai sekitar Rp300 triliun.

“Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp100 triliun, memasukkan ke sistem perekonomian. Kita jaga likuiditas di sistem keuangan dengan serius,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3).

Tambahan dana tersebut disalurkan menjelang Lebaran guna memastikan likuiditas tetap terjaga di tengah potensi peningkatan kebutuhan dana.

Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika pasar, khususnya kenaikan imbal hasil obligasi yang mengindikasikan adanya tekanan likuiditas di perbankan.

Baca juga: OJK: Perpanjangan dana SAL Rp200 triliun pacu kredit tumbuh dua digit

Baca juga: Purbaya sesuaikan strategi dana Rp200 triliun dengan kebijakan BI

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya