IHSG melemah seiring harapan investor defisit tetap di bawah 3 persen

1 bulan yang lalu 30
Harapan investor saat ini tetap berusaha untuk menjaga defisit di bawah 3 persen

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, ditutup melemah seiring dengan harapan pelaku pasar terhadap defisit fiskal Indonesia supaya tetap berada di bawah 3 persen.

IHSG ditutup melemah 114,92 poin atau 1,61 persen ke posisi 7.022,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 14,60 poin atau 2,01 persen ke posisi 713,72.

“Harapan investor saat ini tetap berusaha untuk menjaga defisit di bawah 3 persen,” ujar Head of Research and Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin.

Rully mengatakan bahwa saat ini memang terdapat kekhawatiran terhadap pelebaran defisit fiskal, dan hal tersebut juga yang menyebabkan beberapa lembaga pemeringkat global menurunkan outlook rating mereka untuk Indonesia.

"Saya rasa hal ini merupakan hal yang wajar di tengah penerimaan negara yang masih lemah," ujar Rully.

Ia menjelaskan, potensi melebarnya defisit fiskal tersebut dampaknya ke pasar saham Indonesia tidak akan secara langsung, namun demikian melalui jalur suku bunga atau kebijakan moneter.

Selain itu, lanjutnya, outlook rating sangat berdampak terhadap imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), yang biasanya merupakan risk free rate, sebagai variabel yang mempengaruhi valuasi saham.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mengantisipasi skenario terburuk imbas perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi melebarkan defisit APBN terhadap PDB mencapai di atas 3 persen.

"Skenario terburuk, yang pesimis itu, dengan harga (minyak mentah dunia) 115 (dolar AS per barel), kurs rupiah kita Rp17.500 (per dolar AS), growth-nya 5,2 (persen), (imbal hasil) surat berharga (SBN) 7,2 (persen), defisitnya 4,06 persen," ujar Menko Airlangga kepada Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat di level 97,80 dolar AS per barel, sementara jenis Brent di level 104,82 dolar AS per barel, data perdagangan hari ini pukul 17.00 WIB. Sementara itu, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel dalam APBN 2026.

Di sisi lain, pada pekan ini, pelaku pasar menantikan kebijakan moneter bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia (BI) terkait arah suku bunga acuan mereka.

The Fed dijadwalkan mengumumkan hasil pertemuan FOMC pada Rabu (17/03), sementara BI dijadwalkan mengumumkan hasil pertemuan RDG pada Se;asa (17/-03).

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 2,33 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 2,29 persen dan 1,66 persen.

Sedangkan dua menguat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang naik sebesar 0,12 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,09 persen 0,02 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PSDN, TRIN, LRNA, EMAS dan TRUE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BRMS, ZATA, KUAS, ASPR dan AMMN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.674.892 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,05 miliar lembar saham senilai Rp15,92 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 542 saham menurun, dan 98 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 68,50 poin atau 0,13 persen ke 53.751,10, indeks Shanghai melemah 10,66 poin atau 0,26 persen ke 4.084,79, indeks Hang Seng menguat 368,41 poin atau 1,45 persen ke posisi 25,834,02, dan indeks Straits Times menguat 26,41 poin atau 0,55 persen ke posisi 4.868,69.

Baca juga: Analis lihat peluang sektor komoditas energi di tengah tekanan minyak

Baca juga: PGE kenalkan peluang investasi saham sektor energi bersih ke anak muda

Baca juga: Lima Rekomendasi Aplikasi Saham Terbaik 2026

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya