Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, ditutup melemah dipicu aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar di tengah wait and see menjelang pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
IHSG ditutup melemah 39,89 poin atau 0,52 persen ke posisi 7.594,11. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,02 poin atau 0,40 persen ke posisi 755,85.
"Dari dalam negeri, IHSG melemah karena aksi taking profit dan wait and see menjelang rilisnya tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) pada 22 April 2025 ," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari dalam negeri, BI menggelar pertemuan RDG pada 21-22 April 2026 pekan ini, setelah mempertahankan suku bunganya tidak berubah selama enam bulan berturut-turut pada Maret bulan lalu.
"Meskipun inflasi saat ini masih berada dalam target, risikonya cenderung meningkat, terutama akibat ketegangan geopolitik yang berpotensi mendorong inflasi inti," ujar Nico.
Konsensus memperkirakan BI kemungkinan masih akan tetap menjaga suku bunga acuan di level 4,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi yang masih terkendali.
Dari mancanegara, bursa kawasan Asia didominasi penguatan setelah China mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya di level terendah sepanjang sejarah untuk bulan ke-11 berturut-turut pada April 2026, atau sesuai ekspektasi.
Namun demikian, penguatan tersebut tertahan oleh penurunan tajam Futures saham AS, setelah Washington menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade, dengan Teheran berjanji akan membalas dan menutup peluang negosiasi lanjutan.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam minus 1,86 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor energi yang masing-masing turun sebesar 1,62 persen dan 1,29 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DEFI, LCKM, MDIA, KICI, dan BAPA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MLPT, RISE, NIRO, RSCH dan TCPI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.461.693 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,83 miliar lembar saham senilai Rp17,21 triliun. Sebanyak 247 saham naik 424 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 404,60 poin atau 0,69 persen ke posisi 58.880,50, indeks Hang Seng menguat 200,74 poin atau 0,77 persen ke posisi 26.361,07, indeks Shanghai menguat 30,70 poin atau 0,76 persen ke posisi 4.082,13, dan indeks Straits Times menguat 6,14 poin atau 0,12 persen ke 5.004,07.
Baca juga: BEI resmi implementasikan kuotasi "liquidity provider" saham
Baca juga: IHSG ditutup menguat ditopang musim pembagian dividen emiten
Baca juga: Mirae Asset cermati antusias tinggi investor ritel ke saham IPO
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·