Ekonom: BI perlu perkuat ekosistem pasar valas domestik, dukung rupiah

1 minggu yang lalu 3

Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memandang bahwa Bank Indonesia (BI) perlu memperkuat ekosistem pasar valuta asing (valas) domestik untuk mendukung upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

Josua, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu, menjelaskan tiga arah kebijakan yang dinilai lebih bijak untuk memperkuat pasar valas domestik.

Pertama, memperkuat peran dealer utama pasar uang dan valas sebagai penyedia likuiditas sekaligus pembentuk harga dua arah agar kedalaman pasar meningkat.

Kedua, memperluas transaksi bilateral dalam mata uang lokal dengan mitra dagang sehingga ketergantungan terhadap dolar berkurang secara bertahap.

Baca juga: BI terbitkan PADG Derivatif PUVA pasca-alih tugas dari Bappebti

Ketiga, tetap menggunakan intervensi BI secara terukur hanya ketika pasar tidak teratur, bukan untuk melawan arah fundamental dalam jangka panjang.

Sebelumnya pada Selasa (7/4) dalam acara Outlook Indonesia, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai cara BI menangani nilai tukar masih konvensional dan terlalu hati-hati di tengah kompleksitas yang meningkat.

Misbakhun mempertanyakan mengapa BI tidak menjadi penyedia likuiditas valas dengan mengamankan pasokan sejak awal melalui kontrak besar serta diplomasi tingkat tinggi agar ketersediaan di pasar tetap terjaga.

Terkait hal tersebut, menurut Josua, pandangan bahwa cara BI masih konvensional dan perlu menjadi penyedia likuiditas valas memiliki semangat yang dapat dipahami, namun kurang tepat apabila dimaknai secara harfiah.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya