Dosen UI: Systematic Investment Plan strategi investasi jangka panjang

4 hari yang lalu 4
Systematic Investment Plan merupakan strategi investasi yang aman, terbukti menguntungkan, dan merupakan alternatif investasi untuk jangka panjang,

Jakarta (ANTARA) - Dosen Administrasi Keuangan dan Perbankan Universitas Indonesia (UI) sekaligus praktisi perencana investasi Dede Suryanto menyatakan bahwa Systematic Investment Plan merupakan alternatif strategi investasi jangka panjang yang aman dan menguntungkan.

Ia menyampaikan, strategi investasi tersebut mengajak setiap investor agar disiplin berinvestasi secara rutin dan terencana dalam jumlah yang sama serta diimbangi dengan upaya diversifikasi untuk mengurangi risiko berinvestasi pada satu instrumen saja, bukan menekankan aksi investasi dalam jumlah besar.

Systematic Investment Plan merupakan strategi investasi yang aman, terbukti menguntungkan, dan merupakan alternatif investasi untuk jangka panjang,” ujar Dede Suryanto, yang juga merupakan Ketua Digital Financial Center (DFC) UI, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, disiplin dalam berinvestasi, termasuk menahan untuk tidak terburu-buru melakukan aksi jual, serta ketepatan dalam memilih jenis instrumen investasi merupakan kunci penting keberhasilan investor dalam mewujudkan tujuan keuangan (financial goals).

Baca juga: Jeffrey Hendrik yakin instrumen investasi ETF Emas terbit kuartal II

Ia pun mencontohkan, dahulu masyarakat mengartikan investasi sebagai menabung dengan menyisihkan uang secara rutin dan menyimpannya di rekening tabungan atau deposito sebuah bank.

Namun, dewasa ini tabungan tidak dapat dianggap sebagai instrumen investasi karena nilai uang yang ditabung lama-lama akan berkurang akibat tergerus biaya administrasi, pajak, dan inflasi.

“Kini (masyarakat) beralih dengan menyimpannya (uang mereka) dalam bentuk instrumen investasi yang relatif aman dan lebih menguntungkan, misalnya reksa dana,” kata Dede.

Untuk meningkatkan literasi masyarakat dan penetrasi instrumen investasi reksa dana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia dan pelaku industri pasar modal menyelenggarakan “Road to Pekan Reksa Dana 2026”.

Baca juga: SMI hadirkan instrumen investasi inovatif, perluas partisipasi publik

Kegiatan yang berpusat di beberapa kota seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, dan Makassar tersebut menjadi momentum strategis dalam mendorong masyarakat untuk semakin memahami instrumen investasi, khususnya reksa dana, sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Kegiatan tersebut menekankan pentingnya investasi yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan profil risiko masyarakat Indonesia melalui kampanye #ReksaDanaAja dan PINTAR Reksa Dana.

Sebagai pelopor program Systematic Investment Plan atau Nabung Rutin di Indonesia, aplikasi investasi digital Bibit.id berharap Pekan Reksa Dana 2026 dapat menjadi katalis bagi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan.

Head of PR & Corporate Communication Bibit.id William mengungkapkan bahwa pihaknya bangga gerakan Nabung Rutin yang telah didorong sejak lama tersebut kini menjadi agenda nasional bersama regulator dan para pelaku industri.

Baca juga: WGC proyeksi tren emas kembali positif usai turun 12% di Maret 2026

“Terima kasih kepada OJK, BEI, teman-teman di industri, dan rekan-rekan media. Bersama kita perkuat industri reksa dana dan membantu masyarakat Indonesia membangun masa depan keuangan yang lebih baik,” tutur William.

Baca juga: Asuransi Tugu catat hasil investasi naik 61,1 persen yoy pada 2025

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya