BTN beri relaksasi kredit pada 2.718 debitur terdampak bencana Sumbar

1 bulan yang lalu 19

Kota Padang (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memberikan relaksasi kredit kepada 2.718 debitur yang terdampak bencana di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) sebagai bentuk keberpihakan badan usaha di sektor perbankan tersebut terhadap nasabah yang menjadi korban bencana.

"Relaksasi diberikan dalam bentuk restrukturisasi kredit yaitu penundaan pembayaran kredit ke debitur yang terdampak bencana," kata Kepala Cabang BTN Kota Padang Sudaryanto di Padang, Rabu.

Ia mengatakan relaksasi diberikan bukan berdasarkan tingkat kerusakan rumah yang ditempati, melainkan kepada debitur yang mengalami kesulitan keuangan pascabencana banjir bandang yang terjadi di akhir November 2025.

"Kebijakan ini kami berikan selama satu tahun. Setelah restrukturisasi kredit berakhir, maka debitur akan kembali membayar angsuran seperti sedia kala," katanya menjelaskan.

Ia menyampaikan perumahan yang terdampak bencana Sumbar berada di sejumlah wilayah yang meliputi Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Solok dengan total outstanding kredit mencapai Rp233 miliar.

Terkait perumahan BTN yang paling terdampak, ujar dia, di antaranya Perumahan Abi Lubuk Minturun, Perumahan Hanshela dan Perumahan Banda Cino. Secara umum, BTN telah bergerak cepat menyikapi tanggap bencana dengan memberikan bantuan langsung ke perumahan-perumahan yang terdampak.

Bantuan kepada warga yang terdampak bencana tersebut disalurkan melalui pemerintah Provinsi Sumbar, pemerintah kabupaten dan kota di antaranya untuk Padang, Pariaman, Solok, Agam dan Tanah Datar.

Termasuk pula, lanjut dia, penyaluran bantuan melalui lembaga pendidikan di antaranya Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas serta beberapa kampus swasta di Kota Padang.

Sementara itu, Sofia Risa salah seorang nasabah BTN Kota Padang sekaligus penyintas banjir bandang mengatakan telah mendapatkan bantuan berupa penundaan pembayaran cicilan rumah subsidi selama satu tahun ke depan.

"Alhamdulillah, ada penundaan pembayaran cicilan rumah selama satu tahun," katanya.

Dengan adanya kebijakan relaksasi tersebut ia mengatakan dirinya bersama suaminya bisa fokus membenahi usaha warung yang ikut terdampak bencana banjir bandang, sekaligus untuk keperluan biaya pendidikan kedua anaknya.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya