Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mematangkan operasional kantor cabang luar negeri (KCLN) di Arab Saudi melalui penguatan kapabilitas layanan guna menghadirkan pengalaman transaksi yang aman, nyaman, serta sesuai kebutuhan jamaah haji dan umrah.
Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan bahwa persiapan operasional yang sedang dilakukan juga mencakup pembangunan infrastruktur dan kepatuhan regulasi.
“Kami terus menyempurnakan seluruh aspek kesiapan operasional sebagai bagian dari proses pembukaan layanan BSI di Arab Saudi,” kata Wisnu dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Wisnu berharap kehadiran BSI di Arab Saudi dapat segera memberikan manfaat nyata bagi jamaah haji dan umrah serta diaspora Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi syariah antara Indonesia dan Arab Saudi.
Ia mengatakan penguatan kehadiran BSI di Arab Saudi merupakan bagian dari visi jangka panjang perseroan untuk membangun konektivitas layanan keuangan syariah lintas negara yang mampu menjawab kebutuhan nasabah secara menyeluruh.
“Arab Saudi merupakan pusat ekosistem haji dan umrah dunia serta memiliki arti strategis bagi BSI. Kehadiran kami di sana merupakan wujud komitmen untuk mendampingi masyarakat Indonesia lebih dekat dengan menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendukung perjalanan ibadah secara end-to-end, mulai dari tahap persiapan di Indonesia hingga aktivitas selama berada di Tanah Suci,” ujar Wisnu.
Baca juga: BSI berdayakan mustahik lewat Program Waste Management
Baca juga: BSI: Pembiayaan UKM tumbuh 13,67 persen capai Rp25,69 T per April 2026
Sebelumnya pada 2024, BSI memperoleh initial approval dari Bank Sentral Kerajaan Arab Saudi (Saudi Arabian Monetary Authority/SAMA) untuk membuka kantor cabang luar negeri.
Melalui penguatan kehadiran di Arab Saudi, BSI diharapkan tidak sekadar memperluas ekspansi bisnis internasional, tetapi juga membangun fondasi ekosistem keuangan syariah yang menghubungkan Indonesia dengan pusat ibadah umat Islam dunia.
Menurut perseroan, langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menghadirkan layanan yang semakin relevan, memperkuat daya saing industri keuangan syariah nasional, dan mendukung Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekonomi syariah global.
Sebagai catatan, setiap tahun, Indonesia memberangkatkan rata-rata sekitar 203 ribu calon haji, dengan sekitar 170 ribu orang atau 83 persen di antaranya merupakan nasabah BSI.
Di segmen umrah, berdasarkan data Siskopatuh 2025, sebanyak 1,6 juta masyarakat Indonesia melaksanakan ibadah umrah dan sekitar 84 persen memanfaatkan layanan BSI.
Angka tersebut, menurut perseroan, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat sekaligus mempertegas kepemimpinan BSI dalam ekosistem keuangan syariah untuk haji dan umrah.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan pada musim haji 2026, perseroan juga mempererat kolaborasi dengan BPKH Limited sebagai mitra strategis di Arab Saudi menghadirkan booth layanan di sejumlah titik strategis di Makkah dan Jeddah.
Kehadiran BSI di booth ini untuk memberikan informasi, edukasi dan pendampingan kepada jemaah Indonesia, sekaligus memperkenalkan berbagai solusi layanan keuangan syariah yang mendukung kebutuhan mereka di Tanah Suci.
Perseroan juga meluncurkan inisiatif “Peduli Lansia” melalui penyediaan stiker khusus bagi jamaah lanjut usia sebagai simbol kepedulian dan upaya menghadirkan layanan yang lebih inklusif.
Menurut perseroan, program ini melengkapi komitmen dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan ibadah, terutama bagi jamaah yang memerlukan perhatian khusus.
Baca juga: BSI catat cicil emas tumbuh signifikan capai 97,90 persen hingga April
Baca juga: BSI cairkan dividen Rp1,51 triliun ke pemegang saham pada hari ini
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·