Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pendataan lengkap perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) bertujuan untuk meningkatkan akurasi data Produk Domestik Bruto (PDB)/Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Direktur Neraca Produksi BPS Puji Agus Kurniawan menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dewan Nasional KEK dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam melakukan pendataan menyeluruh tersebut.
“Inilah upaya-upaya kami untuk meningkatkan akurasi atau kualitas data yang kami hasilkan,” ujar Puji Agus Kurniawan dalam “Workshop Wartawan Pemanfaatan Data Strategis BPS” di Jakarta, Selasa.
Ia menuturkan sebelum adanya pendataan lengkap KEK dan KI, perusahaan di dalam maupun di luar kawasan khusus tersebut hanya diambil sampel dengan jumlah tertentu.
Data dari sampel tersebut, lanjut dia, kemudian dilakukan estimasi untuk memperoleh gambaran populasi perusahaan.
Pada metodologi baru, seluruh perusahaan di KEK dan KI didata secara lengkap (take all). Pengambilan sampel hanya dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan di luar kawasan ekonomi tersebut untuk dilakukan estimasi berapa jumlah perusahaan di luar KEK dan KI.
Estimasi jumlah perusahaan di luar KEK dan KI kemudian ditambah dengan data seluruh perusahaan di dalam KEK dan KI sehingga menghasilkan gambaran populasi selengkapnya.
Puji menyampaikan, pihaknya berharap idealnya dapat melakukan sensus terhadap jumlah perusahaan di Indonesia setiap 3 bulan sekali agar tidak ada lagi sampling error (kesalahan pengambilan sampel), tapi hal tersebut tidak memungkinkan karena keterbatasan biaya.
Padahal, lanjut dia, semakin banyak sampel maka hasil estimasi jumlah perusahaan di Indonesia akan menjadi semakin baik dan mendekati jumlah riilnya.
Upaya tersebut juga akan menurunkan sampling error dan meningkatkan akurasi data sehingga estimasi yang dihasilkan menjadi lebih presisi.
“Dalam proses pengumpulan data, kami ingin dong ini sampel makin lama harus kami tingkatkan terus kan supaya kami bisa mendapatkan gambaran yang lebih riil. Nah, sehingga kemarin (metode) pendataannya itu kami kembangkan,” kata Puji.
Baca juga: BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III
Baca juga: BPS catat produksi gula naik dan konsumsi di rumah tangga turun
Baca juga: BPS: Kunjungan wisman tumbuh 13,37 persen pada Februari 2026
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·