REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketegangan antara Amerika Serikat dan sejumlah sekutu NATO memasuki fase baru. Pentagon dilaporkan tengah mengkaji berbagai opsi tekanan terhadap negara-negara aliansi yang dinilai tidak memberikan dukungan penuh dalam kebuntuan Washington dengan Iran.
Laporan kantor berita Reuters menyebutkan, salah satu opsi yang muncul dalam pembahasan internal adalah mempertimbangkan langkah terhadap posisi Spanyol di dalam NATO. Wacana ini mencerminkan meningkatnya kekecewaan Washington terhadap sikap sejumlah sekutu yang dinilai tidak sejalan dalam isu strategis Timur Tengah.
Menurut seorang pejabat AS yang mengetahui pembahasan tersebut, dokumen internal Pentagon menguraikan sejumlah skenario respons, termasuk tekanan politik dan militer terhadap negara-negara yang menolak memberikan akses pangkalan, izin terbang, atau dukungan operasional bagi Amerika Serikat.
Langkah ini menunjukkan pergeseran pendekatan Washington terhadap aliansi tradisionalnya. NATO yang selama ini dipandang sebagai blok pertahanan kolektif kini menghadapi dinamika baru, di mana komitmen antaranggota mulai diuji oleh kepentingan geopolitik yang berbeda-beda.
Dalam konteks konflik dengan Iran, beberapa negara Eropa dilaporkan mengambil posisi lebih berhati-hati. Sikap ini dinilai Washington sebagai hambatan dalam membangun respons militer terpadu, terutama dalam hal logistik dan mobilitas pasukan.
Selain Spanyol, opsi tekanan lain yang disebut-sebut dalam pembahasan internal termasuk evaluasi ulang kebijakan AS terhadap sejumlah kepentingan sekutu, termasuk isu sensitif yang berkaitan dengan klaim teritorial. Hal ini mengindikasikan bahwa Washington tidak menutup kemungkinan menggunakan leverage geopolitik yang lebih luas untuk memaksa keselarasan sikap.
Di sisi lain, dinamika domestik di Spanyol juga turut memengaruhi posisi negara tersebut. Wacana mengenai NATO kembali mengemuka dalam politik internal, termasuk usulan referendum yang diajukan oleh partai kiri Podemos, meskipun inisiatif tersebut telah ditolak parlemen, sebagaimana diberitakan RTVI.
Spanyol sendiri telah menjadi anggota NATO sejak 1982, dengan keanggotaannya diperkuat melalui referendum nasional pada 1986. Sejak itu, Madrid memainkan peran penting dalam operasi aliansi, meski dalam beberapa isu strategis tetap menunjukkan pendekatan yang lebih independen.
Sementara itu, laporan sebelumnya dari Politico juga mengindikasikan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah-langkah untuk menekan sekutu yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan Washington.
Meski belum ada keputusan resmi, wacana ini memperlihatkan potensi retakan dalam solidaritas NATO. Jika langkah tekanan benar-benar diambil, hal ini berpotensi mengubah lanskap aliansi pertahanan Barat yang selama ini menjadi pilar utama stabilitas keamanan global.

2 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·