Blok Nuklir NATO Terbongkar, Rusia Peringatkan Prancis: Senjata Kalian Bisa Jadi Bumerang

1 bulan yang lalu 23

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketegangan nuklir di Eropa memasuki babak baru setelah Rusia secara terbuka mengkritik langkah Prancis memperluas peran deterrence-nya.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko menyatakan bahwa keputusan Paris untuk meningkatkan persenjataan nuklir dan membuka kemungkinan penempatan elemen nuklir di wilayah sekutu menunjukkan bahwa NATO pada dasarnya adalah “blok nuklir”.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut akan “meningkatkan potensi nuklir NATO secara keseluruhan” sekaligus memperkuat integrasi kekuatan nuklir Prancis dalam arsitektur aliansi Barat.

Dia menyoroti arah strategis kebijakan Prancis yang dinilai semakin konfrontatif terhadap Moskow. “Militer kami akan dipaksa memberi perhatian serius… termasuk memperbarui daftar target prioritas,” kata Grushko

Ia memperingatkan bahwa apa yang disebut Presiden Emmanuel Macron sebagai “ketidakpastian strategis” justru berpotensi menjadi bumerang bagi Paris sendiri. Rusia, kata dia, akan “sepenuhnya memperhitungkan ancaman baru” tersebut dalam pengembangan sistem pencegahan nuklirnya, termasuk memperbarui daftar target prioritas dalam skenario konflik besar.

Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa sejumlah negara Eropa mulai mempertimbangkan keterlibatan dalam doktrin nuklir baru Prancis. Jika terealisasi, langkah ini akan memperluas integrasi negara non-nuklir dalam perencanaan strategis NATO, termasuk kemungkinan penempatan pembom strategis Prancis di wilayah mereka.

Moskow memandang perkembangan ini sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan nuklir NATO di Eropa yang semakin intens.

Dalam beberapa pekan terakhir, Prancis sendiri memang menunjukkan pergeseran signifikan dalam doktrin strategisnya. Presiden Macron mengisyaratkan bahwa payung nuklir negaranya tidak lagi terbatas pada kepentingan nasional, melainkan dapat diperluas untuk menopang keamanan Eropa.

Dalam laporan Reuters, Macron menyatakan kesiapan Paris untuk “membuka diskusi” mengenai peran deterrence nuklir bagi sekutu Eropa, sebagai bagian dari upaya memperkuat otonomi strategis kawasan.

Dorongan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan signifikan belanja pertahanan Prancis dan modernisasi arsenal nuklirnya.

sumber : Xinhua

Baca Artikel Selengkapnya