BI: Rupiah dapat dijaga relatif stabil selama hampir sebulan terakhir

1 jam yang lalu 3
Ke depan, Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kurs rupiah dapat dijaga relatif stabil dari level akhir Maret 2026 hingga 21 April 2026.

“Nilai tukar rupiah dapat dijaga relatif stabil yang pada 21 April 2026 tercatat sebesar Rp17.140 per dolar AS, atau melemah 0,87 persen point to point (ptp) dibandingkan dengan level akhir Maret 2026,” ujarnya dalam agenda Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan April 2026 yang diadakan secara virtual di Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan bahwa kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Dalam konteks ini, pihaknya meningkatkan intensitas intervensi valuta asing untuk menjaga stabilitas kurs rupiah, melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) luar negeri (offshore) maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar dalam negeri.

Struktur suku bunga instrumen moneter juga diperkuat untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing.

Lebih lanjut, Bank Indonesia turut memperkuat kebijakan transaksi pasar valas melalui penyesuaian threshold tunai beli valas terhadap rupiah, peningkatan threshold jual DNDF/Forward, serta peningkatan threshold beli dan jual swap yang berlaku mulai April 2026. Langkah tersebut membuat nilai tukar rupiah dapat dijaga relatif stabil.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat, didukung oleh komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik,” ungkap Perry Warjiyo.

Baca juga: Perkuat stabilisasi nilai tukar, BI-Rate tetap 4,75 persen pada April

Baca juga: Kurs rupiah masih dibayangi sentimen potensi negosiasi AS-Iran

Baca juga: Rupiah pada Rabu pagi melemah jadi Rp17.156 per dolar AS

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya