Bondowoso (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember mencatat transaksi penjualan kegiatan Festival Muharam Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA) 2026 di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, selama tiga hari (19-21 Juni) sekitar Rp900 juta sehingga bisa memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember yang membawahi Bondowoso Iqbal Reza Nugraha menyampaikan dalam kegiatan itu tercatat sebanyak 90 pengusaha UMKM turut berpartisipasi, baik melalui pameran secara langsung di Alun-Alun Bondowoso maupun melalui kanal pemasaran digital berbasis e-commerce.
"Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," kata Iqbal dalam keterangannya di Bondowoso, Jawa Timur, Selasa.
Menurut dia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember akan terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah serta penguatan kelembagaan ekonomi berbasis pesantren dan UMKM melalui Festival Muharram SAMARA 2026.
Secara global, lanjut dia, perkembangan sektor ini menunjukkan tren yang semakin positif, didorong oleh ketahanan model bisnis syariah yang telah teruji sejak krisis keuangan global (2007-2008) serta meningkatnya adopsi gaya hidup halal di berbagai sektor.
Pada level regional, kata dia, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu motor penggerak ekonomi syariah nasional.
"Melalui penguatan antarpemangku kepentingan, inovasi program, serta pemanfaatan transformasi digital, pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur diharapkan semakin inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan," ujar Iqbal.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional, kata dia, Bank Indonesia terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga pilar utama, yakni penguatan ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi, optimalisasi pembiayaan syariah, dan perluasan literasi serta inklusi ekonomi dan keuangan syariah.
"Dalam implementasinya Bank Indonesia berperan sebagai regulator, akselerator, dan inisiator melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan," kata Iqbal.
Iqbal mengungkapkan, pelaksanaan SAMARA 2026 di Bondowoso juga merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 yang akan diselenggarakan pada September 2026 di Surabaya.
"Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga menjadi penguat kontribusi daerah dalam agenda pengembangan ekonomi syariah tingkat regional," kata Iqbal.
Penyelenggaraan SAMARA 2026 menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sekarkijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).
"Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat semakin diperkuat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan," kata Iqbal.
Dia menambahkan, terdapat pula kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga keuangan dan menghasilkan komitmen pembiayaan sebesar Rp1,17 miliar sebagai dukungan terhadap pengembangan dan perluasan usaha UMKM setempat.
"Antusiasme masyarakat terhadap seluruh rangkaian kegiatan juga tercermin dari jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 22.756 orang. Ini menunjukkan tingginya dukungan masyarakat terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Bondowoso dan sekitarnya," kata Iqbal.
Baca juga: BI Jember dan Pemkab Situbondo perkuat ekosistem perajin batik
Baca juga: Gubernur BI berharap Tapal Kuda jadi masa depan ekonomi Indonesia
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·