Jakarta (ANTARA) - PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) meluncurkan Buku Penjaminan Pembiayaan Syariah bertajuk “Akselerasi UMKM Menuju Ekonomi Berkeadilan” sebagai upaya memperkuat literasi keuangan syariah.
Plt. Direktur Utama Askrindo Syariah Aviantono Yudihariadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, menjelaskan pihaknya menyadari keberhasilan perkembangan industri keuangan syariah tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan bisnis dan inovasi layanan semata.
“Dibutuhkan pula peningkatan literasi, edukasi, dan pemahaman yang memadai agar masyarakat, pelaku usaha, akademisi, maupun praktisi dapat memahami peran strategis penjaminan pembiayaan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional,” ujarnya.
Buku Penjaminan Pembiayaan Syariah tersebut merupakan edisi kedua yang disusun sebagai pengembangan dari buku sebelumnya.
Buku itu mencakup pembahasan yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai peran penjaminan pembiayaan syariah dalam mendukung berbagai sektor ekonomi.
Baca juga: Askrindo Syariah salurkan 39 hewan kurban pada Idul Adha 1447 H
Baca juga: Askrindo Syariah perkuat kemitraan dengan 19 instansi
Melalui peluncuran buku ini, Askrindo Syariah berharap dapat mendorong peningkatan pemahaman bersama mengenai peran strategis industri penjaminan syariah, sekaligus memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mendukung pertumbuhan perekonomian syariah nasional.
Aviantono menyatakan kehadiran Buku Penjaminan Pembiayaan Syariah menjadi wujud komitmen Askrindo Syariah dalam mendukung penguatan ekosistem keuangan syariah di Indonesia.
Sebagai catatan, Askrindo Syariah membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp163,18 miliar, tumbuh 19,29 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar Rp136,80 miliar.
Pertumbuhan laba juga diikuti oleh meningkatnya aset perusahaan sebesar 9,80 persen (yoy), sehingga total aset pada tahun 2025 mencapai Rp3,28 triliun.
Ekuitas perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 17,26 persen (yoy), dari Rp996,56 miliar pada 2024 menjadi Rp1,17 triliun pada 2025.
Sementara penjaminan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersalurkan kepada 29,2 juta debitur, termasuk 4,63 juta debitur baru pada tahun 2025, dengan total nilai kafalah sebesar Rp47,21 triliun.
Baca juga: Askrindo Syariah bukukan laba Rp163,18 miliar pada 2025
Baca juga: BSI dan Askrindo Syariah kerja sama kontra bank garansi Rp1 triliun
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·