Aset Bank Sampoerna pada 2025 capai Rp18,2 triliun, tumbuh 2,69 persen

4 hari yang lalu 2
komposisi penyaluran kredit UMKM mencapai 57,16 persen dari total kredit yang disalurkan per Desember 2025

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) mencatat total aset sepanjang tahun 2025 mencapai Rp18,2 triliun atau tumbuh sebesar 2,69 persen (year on year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini diiringi dengan penguatan di sisi permodalan dengan capital adequacy ratio (CAR) berada di level 29,72 persen. Menurut perseroan, hal ini mencerminkan kesiapan modal untuk pertumbuhan secara berkelanjutan.

Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna Henky Suryaputra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa perseroan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan, baik melalui pembiayaan maupun pendampingan, serta berkolaborasi dengan mitra-mitra strategis guna mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.

“Komitmen ini tercermin dari komposisi penyaluran kredit UMKM yang mencapai 57,16 persen dari total kredit yang disalurkan per Desember 2025,” kata Henky.

Baca juga: Bank Sampoerna perbarui mobile banking, mudahkan transaksi nasabah

Baca juga: Bank Sampoerna salurkan pinjaman Rp1,9 triliun lewat layanan PDaja.com

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa UMKM mengemban peran strategis dalam keseluruhan ekonomi nasional. Apabila terjadi perlambatan ekonomi yang menggerus pelaku UMKM, dampaknya akan terasa secara menyeluruh.

Oleh karena itu, ujar Henky, Bank Sampoerna terus berupaya untuk memberikan dukungan melalui penyaluran kredit yang berkelanjutan pada sektor UMKM.

“Situasi ini tentu tidak mudah, terutama di tengah kondisi global dan domestik yang masih dipenuhi tantangan serta perlambatan permintaan di dalam negeri yang tercermin dari moderasi konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan kredit yang lebih terbatas, khususnya pada sektor UMKM,” kata dia.

Perseroan menyampaikan, pihaknya senantiasa menitikberatkan penyaluran kredit yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Pada akhir tahun 2025, rasio non-performing loan (NPL) gross dan NPL net Bank Sampoerna masing-masing sebesar 3,79 persen dan 2,28 persen, lebih baik dari posisi akhir 2024.

Demi menyokong penyaluran kredit UMKM, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) naik menjadi Rp13,44 triliun, dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 22,73 persen dibandingkan dengan akhir 2024 yang sebesar 16,12 persen.

Menurut perseroan, peningkatan tersebut berkontribusi untuk memperkuat komposisi rasio dana murah korporasi, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah.

CEO Bank Sampoerna Ali Yong mengatakan bahwa adopsi teknologi dalam sistem perbankan menjadi hal yang esensial.

Pihaknya mendukung penguatan digitalisasi sistem korporasi dengan menyediakan infrastruktur yang andal berbasis Bank as a Service (BaaS).

“Dalam menjangkau nasabah dan pelaku UMKM secara lebih luas, kami menyadari tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, kami terus membuka peluang kolaborasi guna memberikan nilai tambah bagi nasabah hingga ke pelosok negeri,” kata Ali.

Melalui layanan BaaS, Ali mengatakan bahwa saat ini sudah lebih dari 50 perusahaan fintech, multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya yang terlibat untuk menjembatani nasabah masuk dalam ekosistem keuangan digital.

Berkat layanan BaaS, aktivitas transaksi digital menunjukkan peningkatan yang signifikan di sepanjang 2025, tecermin dari volume transaksi yang tumbuh 21 persen yoy dari Rp144 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp174 triliun pada Desember 2025.

Sementara itu, frekuensi transaksi juga mengalami lonjakan lebih dari 1.000 persen dari 42 juta transaksi menjadi 643 juta transaksi.

Perseroan menjelaskan, infrastruktur tersebut memberikan peluang bagi para mitra untuk mengembangkan potensi bisnis sekaligus memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif.

Selain memperkuat sistem internal, Bank Sampoerna juga secara konsisten menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bertajuk SampoernaFest.

Dalam dua tahun penyelenggaraannya, acara ini telah memperkenalkan layanan digital Sampoerna Mobile Banking kepada ribuan nasabah baru dan melibatkan 79 mitra UMKM lokal dari berbagai sektor, mulai dari kuliner hingga lifestyle.

Melalui berbagai upaya ini, Ali menyampaikan bahwa Bank Sampoerna terus berkomitmen menyalurkan pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

“Selain itu, melalui kolaborasi dengan mitra strategis, kami berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak nasabah dan pelaku UMKM, sekaligus memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan," tutup Ali.

Baca juga: Bank Sampoerna bukukan laba bersih Rp10,7 miliar per kuartal III 2025

Baca juga: Bank Sampoerna: Porsi kredit UMKM capai 64 persen di akhir kuartal II

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya