Jakarta (ANTARA) - Analis pasar modal Reydi Octa mengingatkan ketidakpastian arah perekonomian dan geopolitik di tingkat global masih cenderung tinggi saat ini.
Tingkat suku bunga tinggi dan volatilitas harga minyak akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, menurutnya, membuat investor melakukan diversifikasi ke aset defensif seperti emas, obligasi dan menjauhi aset berisiko.
"Aliran dana akan sangat sensitif terhadap perkembangan konflik dan inflasi," ujar Reydi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Ia memproyeksikan suku bunga global berpotensi akan higher for longer (tinggi dalam jangka waktu lama) dan harga minyak tetap volatil tergantung eskalasi geopolitik, sehingga konflik AS dengan Iran akan menjadi penggerak utama market untuk saat ini.
"Jika tensi mereda, pasar bisa rebound, jika eskalasi, tekanan akan kembali dominan," ujar Reydi.
Data perdagangan hari ini, Rabu (25/03), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik seiring dengan penguatan Bursa saham kawasan Asia.
Reydi menjelaskan penguatan IHSG didorong oleh kombinasi technical rebound pasca libur panjang Lebaran, membaiknya sentimen global, serta rotasi ke sektor energi dan sektor barang konsumen non primer.
"Selain itu, meredanya tensi geopolitik dan penurunan harga minyak memberi ruang kembali (IHSG) naik," ujar Reydi.
Menurut dia, investor saat ini cenderung mulai kembali masuk secara bertahap ke pasar saham Indonesia (capital inflow), namun masih selektif dan berhati-hati.
"Asing belum agresif, masih dalam fase akumulasi terbatas sambil menunggu kepastian arah global dan stabilitas makro," ujar Reydi.
Data perdagangan hari ini pukul 15.25 WIB, IHSG tercatat menguat 146,93 poin atau 2,07 persen ke posisi 7.253,77.
Sementara itu, Bursa saham regional Asia, diantaranya indeks Nikkei menguat 1.474,72 poin atau 2,82 persen ke 53.727,00, indeks Shanghai menguat 50,56 poin atau 1,30 persen ke 3.931,84, indeks Hang Seng menguat 217,79 poin atau 0,87 persen ke 25.281,50, dan indeks Strait Times menguat 34,54 poin atau 0,71 persen ke 4.896,97.
Baca juga: IHSG stabil, analis yakin investor telah antisipasi arah kebijakan BI
Baca juga: Analis paparkan sentimen domestik pemicu koreksi IHSG BEI
Baca juga: IHSG berpotensi variatif di tengah pasar cermati perkembangan AS-Iran
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·