Denpasar, Bali (ANTARA) - Akademisi Universitas Udayana (Unud) Prof Dr Ni Putu Wiwin Setyari mengusulkan penguatan tiga sektor yang menjadi pengungkit ekonomi Bali karena memiliki keterkaitan hulu hingga hilir yang sama-sama kuat.
"Prioritas utama adalah penguatan sektor fondasi ekonomi," kata Wiwin di Denpasar, Bali, Rabu.
Menurut dia, prioritas utama itu yakni pengadaan listrik dan gas, informasi dan komunikasi, serta transportasi dan pergudangan.
Ia menilai selain memiliki keterkaitan hulu dan hilir, juga memiliki efek pengganda tertinggi, sehingga menggerakkan aktivitas ekonomi secara luas dan menciptakan fondasi kuat untuk transformasi ekonomi.
Kemudian, prioritas kedua adalah penguatan sektor padat karya melalui penyediaan akomodasi dan makan minum, jasa dan perdagangan besar-eceran.
"Sektor ini memiliki kemampuan tinggi dalam menciptakan lapangan kerja, menjaga aktivitas ekonomi lokal dan mendukung sektor unggulan pariwisata," imbuhnya.
Meski begitu, sektor akomodasi, makan dan minum yang merupakan kontributor terbesar dalam produk domestik regional bruto (PDRB) Bali tidak tergolong sektor kunci karena keterkaitan hulu hilirnya relatif lemah, yang mengindikasikan masih adanya kebocoran ekonomi dalam rantai pasok pariwisata.
Sektor ketiga yang menjadi pengungkit adalah hilirisasi sektor primer dan industri yaitu pertanian, kehutanan, perikanan dan industri pengolahan.
Hilirisasi tersebut dapat meningkatkan nilai tambah lokal, memperkuat rantai pasok domestik serta mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,58 persen atau lebih rendah sedikit dibandingkan periode yang sama 2025, yang mencapai 5,59 persen.
Tiga lapangan usaha yang mencatatkan pertumbuhan impresif selama triwulan I 2026 adalah administrasi pemerintah sebesar 16,67 persen, industri pengolahan 8,93 persen dan jasa pendidikan 7,70 persen.
Sedangkan, belanja pemerintah masih memegang peranan besar dengan pertumbuhan signifikan menolong pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar 20,28 persen serta impor 15,14 persen.
Baca juga: BI: Investasi di Bali tetap menarik di tengah krisis geopolitik global
Baca juga: Bali tawarkan model pembangunan berkelanjutan kepada mitra global
Baca juga: Pemerintah hubungkan 1.000 UMKM ekraf Bali dengan akses modal
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·