Agen CIA Tewas di Meksiko, Operasi Rahasia Picu Ketegangan

2 jam yang lalu 3

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– Ketegangan antara Meksiko dan Amerika Serikat kembali menguat setelah laporan kematian dua warga Amerika yang diduga terkait dengan operasi intelijen di wilayah utara Meksiko.

Dua korban tewas tersebut disebut sebagai karyawan Central Intelligence Agency (CIA), menurut sejumlah sumber yang mengetahui insiden tersebut. Informasi itu pertama kali diungkap media Amerika, meski pihak CIA menolak memberikan komentar resmi.

Insiden itu terjadi saat konvoi kembali dari operasi pembongkaran laboratorium narkoba di negara bagian Chihuahua, wilayah yang berbatasan langsung dengan Texas, Amerika Serikat.

Kecelakaan kendaraan yang menewaskan dua warga Amerika itu juga merenggut nyawa dua pejabat penyelidik Meksiko, menambah kompleksitas kasus yang kini diselidiki otoritas setempat.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan pemerintahnya sedang mempertimbangkan langkah sanksi terhadap otoritas negara bagian Chihuahua.

Langkah itu diambil karena dugaan adanya keterlibatan agen asing dalam operasi keamanan tanpa persetujuan pemerintah federal.

“Tidak boleh ada agen dari lembaga pemerintah AS mana pun yang beroperasi di wilayah Meksiko,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers.

Pernyataan tersebut menegaskan sensitivitas isu kedaulatan dalam operasi keamanan lintas negara, khususnya yang melibatkan badan intelijen.

Sheinbaum menegaskan bahwa setiap bentuk kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat harus melalui persetujuan pemerintah pusat.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah federal tidak memiliki informasi sebelumnya terkait kehadiran agen-agen AS dalam operasi tersebut.

Di sisi lain, jaksa negara bagian Chihuahua, Cesar Jauregui, menyebut bahwa warga Amerika yang terlibat merupakan “instruktur” dalam program pelatihan anti-narkoba.

Namun, perbedaan narasi antara pejabat Meksiko dan Amerika memunculkan spekulasi mengenai sifat sebenarnya dari operasi tersebut.

Sejumlah analis menilai insiden ini mencerminkan praktik operasi “covert” atau tertutup yang kerap dilakukan dalam kerja sama intelijen lintas negara.

Baca Artikel Selengkapnya