REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Sedikitnya 60 negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan dukungan mengecam serangan yang membunuh pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon. Situasi di Lebanon akibat serangan brutal Israel juga dikecam.
Pada Kamis malam waktu AS, para duta besar dari puluhan negara membersamai utusan Indonesia untuk PBB Umar Hadi untuk menyampaikan pernyataan bersama yang mengecam “dengan kerasnya serangan terus-menerus terhadap UNIFIL”. Ini termasuk serangan baru-baru ini yang menewaskan tiga penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon.
Pernyataan bersama tersebut juga mencatat bahwa pasukan penjaga perdamaian dari Perancis, Ghana, Indonesia, Nepal dan Polandia terluka dalam serangan baru-baru ini di Lebanon selatan.
Negara-negara tersebut juga menyatakan “keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Lebanon, terutama banyaknya korban sipil, kerusakan besar infrastruktur sipil dan pengungsian massal lebih dari satu juta orang”.
PBB mengatakan temuan awalnya menunjukkan bahwa salah satu penjaga perdamaian kemungkinan besar terbunuh oleh tembakan tank Israel pada tanggal 29 Maret, sementara dua lainnya tewas keesokan harinya oleh alat peledak yang menurut penilaian PBB “kemungkinan besar dilakukan oleh Hizbullah”.
Utusan Indonesia untuk PBB Umar Hadi didampingi diplomat negara-negara lain menyampaikan kecaman atas serangan terhadap pasukan UNIFIl dalam konferensi pers di markas PBB di New York, Kamis (9/4/2026).
Sementara, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Italia memanggil duta besar Israel, Rabu (8/4/2026), setelah insiden di Lebanon yang mengakibatkan kendaraan Italia untuk penjaga perdamaian Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) rusak akibat tembakan peringatan dari Israel.
Menteri Luar Negeri Antonio Tajani, dalam sebuah unggahan di platform X, mengatakan bahwa dia baru saja menginstruksikan duta besar Israel untuk Italia untuk dipanggil ke Kemlu Italia guna mengklarifikasi apa yang terjadi di Lebanon.
Tajani juga menekankan bahwa militer Italia tetap tidak akan "tersentuh". Langkah itu diambil setelah Menlu Tajani mengatakan kepada parlemen Italia bahwa konvoi pasukan UNIFIL Italia terkena tembakan selama terjadinya peningkatan ketegangan.
"Tembakan peringatan Israel merusak salah satu kendaraan kami. Untungnya, tidak ada korban luka yang dilaporkan, tetapi konvoi itu (UNIFIL Italia) harus kembali," kata Tajani seperti dilaporkan Kantor Berita ANSA.
Semula, kata Tajani, konvoi tersebut membawa personel ke Beirut untuk repatriasi. Dia juga memperingatkan tentang intensifikasi operasi Israel, dengan mengatakan bahwa telah terjadi pemboman Israel terdahsyat sejak dimulainya kembali perang dan 150 pesawat dilaporkan terlibat di seluruh Lebanon.

1 minggu yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·