Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menilai, hilirisasi perlu mendorong pengembangan industri dengan nilai tambah lebih tinggi agar memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Menurut Juda, Indonesia perlu keluar dari ketergantungan pada aktivitas ekonomi bernilai tambah rendah dengan mengembangkan industri yang lebih kompleks dan mendorong inovasi.
“Kita harus bergerak dari sekadar memiliki sumber daya alam menjadi menguasai kemampuan mengolahnya. Dari memproduksi barang menjadi merancang dan mengembangkan produk bernilai tambah tinggi. Dari sekadar menjadi pasar bagi produk-produk global menjadi bagian penting dari rantai nilai global,” kata Juda dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, hilirisasi dan industrialisasi merupakan bagian penting dari strategi pembangunan Indonesia untuk meningkatkan kompleksitas ekonomi (economic complexity) yang masih relatif rendah.
Sebagai informasi, kompleksitas ekonomi merupakan indikator yang mengukur seberapa tinggi tingkat pengetahuan, teknologi, dan keahlian yang tertanam dalam produk-produk hasil industri suatu negara.
Menurut Juda, pengembangan industri perlu diarahkan tidak hanya pada pengolahan sumber daya alam, tetapi juga pada produksi bahan baku antara yang lebih canggih dan produk manufaktur bernilai tambah tinggi.
Dengan demikian, Indonesia bisa menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus menciptakan lapangan kerja yang membutuhkan keterampilan lebih tinggi.
Juda mencontohkan perkembangan industri baterai di kawasan Weda Bay serta pembangunan pabrik kendaraan listrik BYD di Subang sebagai bagian dari perkembangan basis industri Indonesia.
"Di Weda Bay, Presiden baru saja meluncurkan ekspor baterai senilai Rp180 triliun. Hal ini menunjukkan kemajuan Indonesia menuju produksi baterai dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Sementara itu, pabrik BYD di Subang yang diresmikan September 2026 ini memperluas rantai industri kita ke tahap manufacturing kendaraan listrik. Kedua contoh ini menunjukkan semakin berkembangnya basis industri Indonesia yang berbasis pada sumber daya alam," ujarnya.
Juda menambahkan, peningkatan kompleksitas ekonomi menjadi salah satu tantangan Indonesia untuk menjadi negara berpendapatan tinggi.
Guna mendukung transformasi tersebut, pemerintah mendorong sejumlah prioritas, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hilirisasi, pengembangan digitalisasi dan inovasi, serta penguatan ketahanan pangan dan energi.
Ia juga menekankan pentingnya pembiayaan yang produktif untuk mendukung transformasi ekonomi.
Dalam hal ini, kebijakan fiskal melalui APBN berperan membangun fondasi produktivitas, dibantu dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang diharapkan menjadi penggerak investasi strategis.
Baca juga: Antam pacu pengembangan hilirisasi untuk tingkatkan nilai tambah
Baca juga: Menperin: Pengembangan kawasan industri jadi PSN untuk pacu hilirisasi
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·