Trump Pamer Pembangunan Ballroom Gedung Putih, Klaim Terindah di Dunia

23 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyita perhatian karena memamerkan proses pembangunan ballroom Gedung Putih dalam penampilan publik pertamanya sejak Partai Republik kalah pemilu sela AS.

NBC News melaporkan Trump berkeliling ke lokasi konstruksi ballroom pada Rabu (4/11) saat partainya mengalami kekalahan telak di pemilu paruh waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu, Trump banyak membual tentang ballroomnya dan terlihat menghindari topik tentang kinerja Republik.

"Ini adalah bangunan yang istimewa. Ini tidak hanya akan menjadi salah atu yang terbesar, tetapi juga akan menjadi ballroom terindah di dunia," kata Trump kepada para pekerja konstruksi di lokasi, dikutip dari NBC News.

Saat ditanya wartawan mengenai pendapatnya tentang pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance yang menyebut Partai Republik kalah pemilu karena perang Iran, ia tak menampik.

Trump mengatakan hal tersebut sebagian besar benar karena perang Iran telah menimbulkan dampak yang cukup dirasakan warga Amerika.

[Gambas:Video CNN]

"Saya pikir sebagian besar benar karena hal itu sedikit meningkatkan harga bensin dalam jangka pendek," kata Trump.

"Tapi, pada saat yang sama, jika saya harus mengulanginya lagi, saya akan melakukannya lagi karena itu satu-satunya solusi dalam jangka panjang. Anda tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," ucap Trump.

Hanya sedikit komentar Trump mengenai hasil pemilu sela yang mengecewakan Partai Republik.

Trump lebih banyak bicara mengenai keindahan ballroom, yang disebut-sebut akan menggunakan "marmer terindah".

"Saya mendapatkannya untuk lantai ballroom di Gedung Putih. Dan itu akan sangat indah. Anda akan melihat banyak kaca," katanya.

Trump pertama kali mengumumkan rencana pembangunan ballroom pada Juli 2025. Sejak itu, ia sering membicarakan hal ini selama acara resmi Gedung Putih atau di kampanye.

Proyek ini menghadapi hambatan hukum, meskipun pada akhir Agustus Mahkamah Agung menyatakan bahwa pembangunan dapat dilanjutkan tanpa batas waktu.

(blq/bac)

Baca Artikel Selengkapnya