Trump Klaim Awalnya Mau Pinjam Jet 747 dari Qatar: Malah Dihadiahkan

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Qatar menawarkan untuk menghadiahkan pesawat Boeing 747 kepada Washington setelah dirinya meminta untuk meminjam pesawat tersebut sebagai Air Force One sementara.

Tawaran itu muncul karena pesawat kepresidenan AS yang saat ini beroperasi sudah berusia sekitar 35 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump menceritakan permintaan tersebut saat berbicara di hadapan massa dalam sebuah rapat umum di Arizona pada Rabu (14/10).

Menurut Trump, awalnya ia menghubungi Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani untuk meminjam pesawat 747 selama AS menunggu kedatangan pesawat kepresidenan yang baru.

"Kami sangat ingin meminjamnya karena pesawat kami sudah berusia 35 tahun," kata Trump, seperti dilaporkan Anadolu.

"Jadi saya menghubungi kepala Qatar, orang yang sangat dihormati, orang hebat, muda, tampan sebenarnya... dan punya banyak uang," lanjut Trump.

Trump mengatakan dirinya menghubungi Sheikh Tamim untuk meminta izin menggunakan pesawat tersebut atas nama pemerintah AS dan Angkatan Udara AS.

"Saya berkata, Tamim, jika memungkinkan, atas nama Amerika Serikat, Angkatan Udara, saya ingin sekali meminjam atau menggunakan pesawat 747 Anda sebagai Air Force One untuk sementara waktu sambil menunggu pesawat kami sendiri," ujar Trump.

[Gambas:Video CNN]

Namun, menurut Trump, Emir Qatar justru menawarkan untuk memberikan pesawat itu kepada AS, alih-alih sekadar meminjamkannya.

"Dia berkata, 'Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak. Kamu adalah temanku. Saya tidak akan mengizinkanmu meminjamnya untuk menggunakannya. Saya akan mengizinkanmu, atas nama Amerika Serikat, untuk memilikinya. Kamu boleh memilikinya'," tutur Trump saat menceritakan percakapan tersebut.

Trump mengaku menerima tawaran itu atas nama pemerintah AS.

"Ketika Anda diberi hadiah, Anda menerimanya, bukan?" kata Trump kepada para pendukungnya.

"Ketika mereka memberi Anda pesawat 747, Anda mengucapkan dua kata: 'terima kasih'," lanjutnya.

Pesawat dari Qatar tersebut telah diberi kode VC-25B oleh Angkatan Udara AS. Pesawat itu direncanakan berfungsi sebagai pesawat kepresidenan sementara hingga AS menerima dua pesawat Boeing baru yang dirancang untuk menggantikan armada Air Force One saat ini.

Pengiriman kedua pesawat kepresidenan baru tersebut diperkirakan berlangsung pada 2028.

(mge/bac)

Baca Artikel Selengkapnya