Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah mengisntruksikan Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk menyelesaikan persiapan melanjutkan kembali perang melawan Iran.
Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa perintah ini disampaikan Pentagon beberapa hari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arahan ini tidak menyebut tanggal spesifik untuk melancarkan serangan. Trump sendiri disebut masih belum membuat keputusan.
Sumber-sumber AS dan Israel memprediksi serangan besar-besaran ini bisa terjadi sebelum pemilihan umum (pemilu) sela di AS.
Pada Rabu (7/10) Atlantic melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan untuk menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu.
Trump dilaporkan berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di hari tersebut, yang merupakan kedua kalinya dalam beberapa hari setelah nyaris tidak bicara selama berminggu-minggu.
Menurut seorang pejabat Israel, panggilan telepon itu dilakukan setelah Netanyahu mengadakan pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya mengenai Iran.
"Diskusi tentang kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur besar-besaran di Iran telah meningkat. Peluang terjadinya sebelum pemilu tidak tinggi, tetapi kami tidak mengesampingkannya. Setelah pemilu, peluangnya meningkat secara signifikan," kata seorang pejabat Israel lain.
Kembalinya perang dalam tiga atau empat minggu ke depan dapat memengaruhi pemilu paruh waktu di AS, terutama karena harga minyak yang mungkin naik sebagai responsnya.
Dimulainya kembali peperangan juga dapat memengaruhi pemilu Israel, karena Iran bisa saja menembakkan ratusan rudal balistik ke negara itu sebagai balasan.
AS akan menggelar pemilu sela pada 3 November 2026. Sedangkan Israel akan menggelar pemilu pada 27 Oktober 2026.
(blq/bac)

1 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·