Peta baru Selat Hormuz yang dirilis IRGC, Senin (4/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei belum menyelesaikan persetujuan akhir atas kesepakatan kerangka kerja antara kedua negara. Perkembangan tersebut dilaporkan surat kabar The Telegraph pada Senin (25/5/2026).
Meskipun kerangka umum kesepakatan telah disusun, persetujuan akhir masih diperlukan dari Trump dan Mojtaba Khamenei, menurut laporan tersebut yang mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Sementara itu, seorang sumber di kawasan Teluk Persia mengatakan kepada The Telegraph bahwa para pemimpin regional telah mendesak Trump untuk menerima proposal gencatan senjata guna menstabilkan situasi di kawasan.
Sebelumnya pada Ahad (24/5/2026), Fox News melaporkan bahwa kesepakatan kerangka kerja AS-Iran telah 95 persen selesai, meskipun perundingan masih memperdebatkan pemilihan kata terkait Selat Hormuz dan persediaan material nuklir Teheran.
Adapun pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap target-target di Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Kemudian pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Namun, perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil yang jelas. Meski tidak ada pengumuman dimulainya kembali konflik, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan, kesepakatan dengan Iran pada dasarnya telah disetujui dan rincian akhir masih dibahas sebelum diumumkan.
Semua lini
sumber : Antara

2 bulan yang lalu
65






English (US) ·
Indonesian (ID) ·